TULUNGAGUNG, analisapublik.id — Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Sumbergempol sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran hukum sejak usia pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, jaksa memberikan penyuluhan mengenai pengenalan hukum, hak dan kewajiban pelajar, serta berbagai perilaku yang dapat menimbulkan persoalan hukum. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa dan tetap relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Berbeda dari penyuluhan satu arah, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah kali ini dikemas lebih interaktif. Para pelajar diajak mengikuti kuis yang dirancang untuk menguji pemahaman terhadap materi hukum yang sebelumnya telah disampaikan.
Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan. Mereka turut menjawab pertanyaan, berdiskusi, berpikir mengenai situasi yang berkaitan dengan hukum, dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan mendapat antusiasme dari peserta. Pendekatan interaktif dinilai membantu materi yang terkadang dianggap rumit menjadi lebih dekat dengan dunia pelajar.
Program ini sekaligus mengingatkan bahwa pemahaman hukum bukan hanya diperlukan ketika seseorang menghadapi perkara. Pengetahuan mengenai aturan sejak dini dapat membantu pelajar mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, serta menghindari tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Kejaksaan Negeri Tulungagung melalui kegiatan tersebut berupaya menghadirkan edukasi hukum yang komunikatif dan mudah diterima generasi muda. Sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran bahwa hukum memiliki keterkaitan langsung dengan perilaku sehari-hari.
Bagi pelajar, memahami hak harus berjalan seiring dengan kesadaran menjalankan kewajiban. Disiplin, menghormati sesama, menghindari kekerasan, serta bijak menggunakan media sosial merupakan bagian dari sikap yang dapat mencegah persoalan hukum.
Bekal tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan dalam pergaulan, lingkungan keluarga, dan ruang digital sehingga budaya taat hukum tumbuh dari kebiasaan sederhana setiap hari bersama.
Melalui semangat “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, Kejari Tulungagung berharap siswa mampu menjadi generasi yang sadar aturan, berkarakter, dan berani mengambil keputusan secara benar.












