Teknologi & Gadget

Sony Bidik Kendali Penuh Tamron, Nilai Akuisisi Disebut Tembus 200 Miliar Yen

1539
×

Sony Bidik Kendali Penuh Tamron, Nilai Akuisisi Disebut Tembus 200 Miliar Yen

Sebarkan artikel ini
Photo by: sony.co.id

SURABAYA, Analisapublik.id | Sony Group Corporation membidik kendali penuh atas Tamron Co Ltd melalui proposal pembelian seluruh saham produsen lensa asal Jepang tersebut. Bila terealisasi, Tamron akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya berada di bawah Sony.

Tamron mengonfirmasi telah menerima proposal tidak mengikat dari Sony pada Kamis, 30 Juli 2026. Namun, rincian harga dan skema transaksi belum diumumkan kepada publik. Perusahaan juga menegaskan belum mengambil keputusan mengenai tawaran tersebut.

Laporan Diamond Online menyebut nilai akuisisi diperkirakan mencapai 200 miliar yen atau sekitar 1,2 miliar dolar AS. Angka itu masih sebatas informasi yang diperoleh media tersebut dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Sony maupun Tamron.

Untuk memastikan proses penilaian berlangsung independen, Dewan Direksi Tamron membentuk komite khusus. Tim tersebut akan menelaah isi proposal, kewajaran transaksi, serta dampaknya terhadap perusahaan dan para pemegang saham.

Kabar akuisisi itu langsung menggerakkan pasar. Pesanan beli saham Tamron membeludak di Bursa Efek Tokyo hingga hampir tidak ada transaksi yang terbentuk karena minimnya investor yang bersedia menjual. Harga sahamnya diperkirakan menyentuh batas kenaikan harian, sedangkan saham Sony turun sekitar 0,3 persen. Nilai pasar Tamron sebelum kabar tersebut mencuat mencapai sekitar 1,18 miliar dolar AS.

Juru bicara Sony mengatakan proposal tersebut diajukan untuk meningkatkan nilai perusahaan Tamron sekaligus memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingannya. Pengambilalihan itu juga diharapkan memperkuat bisnis pencitraan Sony.

Langkah Sony dinilai strategis karena Tamron bukan pemain baru dalam rantai pasok industri kamera. Berdiri sejak 1950, perusahaan itu memproduksi lensa untuk berbagai merek, termasuk Sony, Nikon, dan Canon. Tamron juga memasarkan lensa dengan mereknya sendiri untuk sejumlah sistem kamera.

Hubungan kedua perusahaan telah terjalin cukup lama. Selain menjadi mitra bisnis, Sony tercatat memiliki sekitar 14,7 persen saham Tamron. Namun, posisinya kini berada di bawah perusahaan investasi asal Singapura, Effissimo Capital, yang menguasai sekitar 17,4 persen saham.

Perubahan komposisi pemegang saham tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rencana pengambilalihan. Akuisisi seluruh saham akan memberi Sony kendali langsung atas teknologi, produksi, dan pengembangan lensa Tamron, tanpa harus bergantung pada posisi kepemilikan minoritas.

Rencana itu juga muncul ketika Sony tengah memperkuat bisnis sensor gambar. Perusahaan baru saja menaikkan proyeksi laba operasional tahunannya setelah kinerja bisnis gim dan sensor gambar melampaui perkiraan pada kuartal pertama.

Di sisi lain, kinerja Tamron sempat tertekan. Laba operasional perusahaan pada tahun buku yang berakhir Desember 2025 turun 13 persen menjadi 16,7 miliar yen. Kondisi tersebut membuat tawaran Sony menjadi perhatian, terutama karena dapat memberi Tamron akses lebih besar terhadap modal, teknologi, dan jaringan distribusi global.

Akuisisi tersebut berpotensi mengubah peta persaingan industri kamera. Tamron selama ini dikenal sebagai produsen lensa alternatif untuk berbagai merek dengan harga yang relatif kompetitif. Karena itu, pasar akan mencermati apakah Sony tetap mempertahankan produksi lensa Tamron untuk kamera Nikon, Canon, dan merek lain apabila transaksi disepakati.

Sejauh ini, belum ada kepastian mengenai jadwal negosiasi maupun keputusan akhir. Kelanjutan proses masih bergantung pada hasil kajian komite khusus Tamron, kesepakatan para pemegang saham, dan persetujuan otoritas terkait.

Repoter: Muchamad Rizqy A
Editor: Respatie
Sumber: sindonews.com & reuters.com

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.