EDITORIALEkbisHeadline

Lestarikan Tradisi Bersih Desa, Pemdes Rejoagung Gelar Pengajian Umum sebagai Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

2347
×

Lestarikan Tradisi Bersih Desa, Pemdes Rejoagung Gelar Pengajian Umum sebagai Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG – analisapublik.id | Pemerintah Desa (Pemdes) Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, menggelar Pengajian Umum dalam rangka Tasyakuran Bersih Desa atau tradisi ruwatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Balai Desa Rejoagung, Kamis (2/7/2026) malam.

Tradisi Bersih Desa yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para alim ulama, sesepuh, dan para pendiri Desa Rejoagung yang telah meletakkan dasar kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Rejoagung Mukaji, Sekretaris Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Rejoagung Mukaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga rangkaian kegiatan Bersih Desa dapat terlaksana dengan baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan Bersih Desa ini. Apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, saya bersama Pemerintah Desa Rejoagung memohon maaf. Terima kasih juga atas dukungan serta kehadiran seluruh tamu undangan,” ujar Mukaji dalam sambutannya.

Ia berharap tradisi tersebut mampu mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga. Melalui pengajian bersama, masyarakat juga diharapkan memperoleh keberkahan, ridha Allah SWT, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.

“Semoga melalui pengajian ini kita semua mendapatkan syafaat, ridha Allah SWT, dijauhkan dari bala maupun pagebluk, serta diberikan rezeki yang berkah,” katanya.

Mukaji menambahkan, tradisi Bersih Desa memiliki nilai penting sebagai media memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan para leluhur Desa Rejoagung.

Menurutnya, keberlangsungan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui pelaksanaan Bersih Desa setiap tahunnya, Pemerintah Desa Rejoagung berharap tercipta kehidupan masyarakat yang semakin harmonis, tenteram, serta tetap menjaga semangat persatuan dalam membangun desa.

“Semoga seluruh masyarakat Desa Rejoagung senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT, dilimpahkan rezeki yang melimpah, serta terus hidup rukun, bergotong royong, dan menjaga kebersamaan,” pungkasnya.

Reporter: Endi S
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: Analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.