Pacitan – analisapublik.id | Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga terus memperkuat konektivitas wilayah di Kabupaten Pacitan melalui sejumlah proyek strategis infrastruktur jalan dan jembatan pada Tahun Anggaran 2025. Melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Pacitan, pemerintah melaksanakan pelebaran jalan, pembangunan jembatan, serta pemeliharaan berkala jalan dengan total nilai investasi mencapai lebih dari Rp17 miliar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jalan provinsi, memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Pacitan yang meliputi Kecamatan Arjosari, Nawangan, dan Bandar.
Kepala UPT PJJ Pacitan menjelaskan bahwa terdapat tiga paket pekerjaan utama yang sedang dikerjakan pada tahun ini, yakni pelebaran Jalan Arjosari–Purwantoro, pembangunan atau duplikasi Jembatan Setren, serta pemeliharaan berkala jalan pada ruas yang sama.
Paket pertama berupa pelebaran Jalan Arjosari–Purwantoro yang berada di dua segmen, yaitu Desa Temon, Kecamatan Arjosari dan Desa Jetis Lor, Kecamatan Nawangan. Proyek dengan nilai kontrak Rp9,16 miliar tersebut menangani ruas jalan sepanjang 2,37 kilometer yang menjadi akses utama penghubung Kabupaten Pacitan dengan wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, kondisi jalan eksisting yang hanya memiliki lebar sekitar 3,5 meter selama ini menjadi salah satu kendala bagi kelancaran lalu lintas, terutama kendaraan besar seperti bus, truk, maupun kendaraan angkutan barang.
“Sesuai persyaratan teknis jalan provinsi, lebar jalan ideal minimal antara 6 hingga 7 meter. Karena itu kami melakukan peningkatan kapasitas jalan dari sekitar 3,5 meter menjadi 6 meter agar arus kendaraan lebih lancar, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Selain pelebaran jalan, Pemprov Jatim juga melaksanakan pembangunan atau duplikasi Jembatan Setren yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Arjosari. Jembatan tersebut menjadi salah satu titik vital yang setiap hari dilalui masyarakat dan kendaraan logistik.
Pembangunan jembatan tambahan dilakukan karena kapasitas jembatan lama dinilai sudah tidak memadai seiring meningkatnya volume kendaraan. Proyek ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,2 miliar dengan panjang bentang penanganan mencapai 4,125 meter. Lebar jembatan juga ditingkatkan dari sekitar 3,5 meter menjadi 6 meter agar selaras dengan pelebaran ruas jalan yang terhubung.
Sementara itu, paket ketiga berupa pemeliharaan berkala Jalan Arjosari–Purwantoro dilakukan di wilayah Desa Mujing dan Desa Nawangan, Kecamatan Nawangan. Pekerjaan sepanjang 1,8 kilometer tersebut memiliki nilai kontrak Rp5,67 miliar dan bertujuan menjaga kualitas jalan agar tetap dalam kondisi mantap.
Pemeliharaan berkala dinilai penting untuk memperpanjang usia layanan jalan, mencegah kerusakan yang lebih berat, serta mengurangi kebutuhan biaya rehabilitasi di masa mendatang.
Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender. Setelah rampung, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan kualitas layanan transportasi, berkurangnya waktu tempuh perjalanan, serta meningkatnya keselamatan pengguna jalan.
Selain memberikan manfaat bagi mobilitas warga Pacitan, pembangunan infrastruktur tersebut juga diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan kondisi jalan yang lebih lebar dan nyaman, distribusi hasil pertanian, perdagangan, layanan pendidikan, hingga akses kesehatan diperkirakan akan semakin lancar.
Namun demikian, pelaksanaan pelebaran jalan di wilayah Pacitan tidak lepas dari berbagai tantangan. Kondisi geografis berupa pegunungan dengan banyak tikungan tajam, tanjakan, dan turunan ekstrem membuat perencanaan teknis harus dilakukan secara cermat.
Selain itu, keterbatasan ruang milik jalan juga menjadi kendala karena sebagian ruas berada di antara tebing dan jurang serta berdekatan dengan permukiman warga. Oleh sebab itu, pelebaran dilakukan secara optimal tanpa menimbulkan dampak sosial yang besar terhadap masyarakat sekitar.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pembangunan jalan dan jembatan ini dapat menjadi investasi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk menjaga kebersihan saluran drainase dan tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






