EDITORIALHeadline

Tebar Benih di SMKN 1 Tulungagung, Khofifah dan Ahmad Baharudin Tanam Fondasi Pendidikan Vokasi Modern di Jawa Timur

903
×

Tebar Benih di SMKN 1 Tulungagung, Khofifah dan Ahmad Baharudin Tanam Fondasi Pendidikan Vokasi Modern di Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG – analisapublik.id | Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi kembali ditegaskan melalui aksi simbolis penebaran benih di area praktik SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Khofifah Indar Parawansa bersama Plt. Bupati Ahmad Baharudin itu menjadi bagian dari rangkaian peresmian revitalisasi sarana pendidikan wilayah Mataraman, Jawa Timur.

Aksi penebaran benih tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol penanaman kompetensi, karakter, dan kemandirian generasi muda agar mampu menjawab tantangan dunia industri, ketahanan pangan, serta transformasi ekonomi masa depan.

Dalam kegiatan yang digelar di Kabupaten Tulungagung itu, Khofifah menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter produktif, inovatif, serta kepekaan terhadap potensi lingkungan.

Menurutnya, peluncuran Program SIKAP menjadi instrumen strategis untuk membentuk siswa SMK agar siap menjadi pelaku utama di sektor pangan, industri, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

“Apa yang kita tebar hari ini adalah simbol kemandirian. Saya ingin anak-anak SMK memiliki mentalitas penanam—mereka yang berproses dari bawah, merawat inovasi, hingga memanen kesuksesan. Program SIKAP menjadi instrumen agar mereka siap menjadi pemain utama di sektor pangan dan industri,” ujar Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Baharudin menilai revitalisasi fasilitas pendidikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi langkah strategis dalam memperkecil kesenjangan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Ia menegaskan bahwa keberadaan gedung modern dan fasilitas pendidikan yang representatif harus diiringi dengan peningkatan kualitas lulusan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri.

“Gedung yang bagus dan fasilitas modern adalah prasyarat. Namun tujuan utamanya adalah memastikan tidak ada lagi lulusan yang bingung mencari kerja. Kita ingin mereka justru menjadi lulusan yang dicari industri. Penebaran benih tadi mencerminkan visi kami bahwa hasil yang besar hanya lahir dari persiapan yang matang,” tegas Baharudin.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi puluhan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Tulungagung, Trenggalek, hingga Pacitan melalui penandatanganan prasasti kolektif sebagai tanda peresmian revitalisasi sarana pendidikan secara serentak.

Selain penguatan infrastruktur pendidikan dan peluncuran program vokasi, acara juga ditutup dengan pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan yang inklusif.

Langkah kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pendidikan vokasi modern, sekaligus melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Reporter: Endi S

Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan

Sumber: analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.