HeadlinePemerintahan

Kemenag Temanggung Gandeng PMI Sukseskan Donor Darah HAB ke-80

180
×

Kemenag Temanggung Gandeng PMI Sukseskan Donor Darah HAB ke-80

Sebarkan artikel ini

TEMANGGUNG, analisapublik.id — Bagi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung, Fatchur Rochman, kesalehan seorang hamba tidak boleh berhenti di atas sajadah. Baginya, ibadah harus bertransformasi menjadi aksi nyata yang menyentuh nadi kemanusiaan.

Manifestasi dari filosofi itu tertuang dalam aksi bakti sosial donor darah yang digelar Kemenag Temanggung bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, Selasa (6/1/2026). Perhelatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

“Kita melaksanakan donor darah yang diikuti oleh ASN di lingkungan Kemenag, para guru, hingga mitra strategis yang kami ajak untuk turut menyumbangkan darahnya,” ujar Fatchur di sela-sela kegiatan.

Target 250 Kantong Darah

Lobi kantor yang biasanya riuh dengan urusan administratif, berubah menjadi ruang kemanusiaan. Satu per satu aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendidik tampak mengantre, menyingsingkan lengan baju untuk memberikan sumbangsih yang paling personal dari tubuh mereka: darah.

Tahun ini, Kemenag Temanggung mematok target yang cukup ambisius namun realistis, yakni mengumpulkan sedikitnya 250 kantong darah. Angka ini diharapkan mampu menambah stok darah di PMI Temanggung untuk disalurkan kepada warga yang sedang berjuang di ruang-ruang perawatan rumah sakit.

“Setetes darah bagi kita mungkin terasa kecil, tetapi sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pendonor,” tutur Fatchur.

Fatchur Rochman menekankan bahwa peringatan HAB ke-80 ini bukan sekadar seremoni tahunan atau perayaan bertambahnya usia institusi. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pemantik semangat berbagi dan mengasihi sesama tanpa sekat.

Ia menyebut konsep ini sebagai “Kesalehan Sosial”. Menurutnya, kesalehan yang paripurna adalah ketika seorang individu mampu menyeimbangkan kewajiban kepada Tuhan (habl min Allah) dengan kepedulian terhadap sesama manusia (habl min an-nas).

“Kesalehan bukan hanya tentang ritual ibadah kepada Tuhan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi sosial. Semangat HAB ke-80 ini adalah tentang berbagi, memberi, dan mengasihi,” pungkasnya.

Melalui kantong-kantong darah yang terkumpul, Kemenag Temanggung ingin mengirimkan pesan kuat: bahwa institusi agama harus hadir sebagai oase bagi persoalan-persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.