Banyuwangi, analisapublik.id-Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan inovasi dalam program bedah rumah bagi warga prasejahtera dengan menerapkan teknik retrofitting.
Metode ini berfokus pada penguatan struktur bangunan agar lebih tangguh dalam menghadapi guncangan gempa bumi.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat untuk memastikan hunian yang dibangun tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga menjamin keselamatan penghuninya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah preventif untuk melindungi warga dan meminimalkan risiko korban jiwa saat terjadi bencana.
Selain aspek keamanan, pembangunan dengan standar retrofitting ini tetap memperhatikan kualitas kesehatan lingkungan rumah, seperti ketersediaan sanitasi yang baik, sirkulasi udara yang lancar, serta akses air bersih. Kedepannya, model bangunan ini akan diadopsi secara bertahap dalam seluruh program bedah rumah di wilayah Banyuwangi.
Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Mujiono, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021 pihaknya telah membangun 12 rumah contoh di berbagai wilayah rawan gempa, termasuk Kecamatan Glagah, Blimbingsari, hingga Purwoharjo.
Program yang didanai melalui hibah Pemkab Banyuwangi ini juga disertai dengan pelatihan teknis bagi ratusan pekerja konstruksi lokal dan tukang batu.
Melalui pelatihan tersebut, para tenaga kerja lokal dibekali keahlian mengenai standar bahan bangunan dan teknik pengukuran yang tepat untuk menciptakan hunian tahan gempa secara mandiri di masyarakat. ( wa/ar)












