Analisapublik.id , Surabaya – Kapanewon Sleman menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) pada Kamis (11/12/2025) di Siti Hinggil Puri Mataram. Rapat yang dihadiri Panewu, Kapolsek, Danramil, anggota DPRD, hingga seluruh lurah ini membahas kesiapsiagaan akhir tahun, sekaligus mengungkap isu-isu krusial yang mengancam stabilitas sosial dan keamanan wilayah.
Salah satu temuan yang paling disorot adalah dugaan keterlibatan penerima bantuan sosial dalam aktivitas terlarang. Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan, menyampaikan adanya temuan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang diduga terlibat dalam judi online.
Jumlahnya tak main-main, mencapai kurang lebih seribu orang.
Temuan ini secara tidak langsung menyoroti efektivitas penyaluran bansos serta dampak negatif maraknya judi online di tingkat akar rumput. Rasyid menekankan pentingnya percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari penguatan layanan administrasi kependudukan.
Waspada! Penipuan Digital Sasar IKD
Sejalan dengan isu administrasi kependudukan, Kapolsek Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, memaparkan modus kejahatan digital terbaru yang meresahkan.
Menurut Edy, marak terjadi kasus penipuan digital yang menargetkan warga melalui modus aktivasi IKD palsu. Pelaku kejahatan mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan menghubungi korban menggunakan nomor baru untuk mengelabui.
“Kerugian korban berkisar antara Rp3 juta hingga Rp42 juta. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan nomor baru yang mengatasnamakan instansi resmi,” tegas Edy, mengimbau agar warga tidak memberikan data pribadi sensitif kepada pihak yang mencurigakan.
Fokus Mitigasi Bencana dan Sinergi Lintas Sektor
Selain isu keamanan siber dan sosial, rapat juga berfokus pada kesiapan wilayah menjelang akhir tahun, terutama terkait ancaman bencana.
Panewu Rasyid menyoroti perlunya perhatian bersama terhadap persoalan banjir, saluran irigasi yang tersumbat, dan kondisi jalan berlubang.
Senada, Anggota DPRD Sleman, Dedie Kusuma, menegaskan bahwa persoalan banjir bukan hanya terjadi di satu wilayah, melainkan menjadi tantangan bersama, termasuk potensi aliran sungai yang menuju ke wilayah Yogyakarta.
“Banjir ini menjadi problematika di banyak wilayah. Perlu sinergi lintas sektor untuk penanganannya,” ujar Dedie.
Rapat koordinasi Forkopimkap Sleman ditutup dengan komitmen seluruh instansi untuk segera menindaklanjuti hasil rapat sesuai tugas masing-masing, serta menyerukan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dan maraknya penipuan digital.
(Res)












