EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Setwapres Apresiasi Program Penurunan Stunting di Kota Kediri, Dorong Peningkatan Kinerja

313
×

Setwapres Apresiasi Program Penurunan Stunting di Kota Kediri, Dorong Peningkatan Kinerja

Sebarkan artikel ini

Kediri, analisapublik.id -Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap program penurunan stunting yang dilaksanakan di Kota Kediri, Jawa Timur.

Program ini dinilai memiliki kinerja yang cukup baik dan telah mendapatkan penghargaan peringkat kedua untuk kategori kabupaten/kota berkinerja baik.

Tenaga Ahli Advokasi Kebijakan Publik Sekretariat Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Setwapres, Ali Sadikin, mengungkapkan pihaknya sengaja memilih Kediri sebagai lokasi pemantauan penanganan stunting.

“Kami ingin melihat di lapangan program penurunan stunting yang dilakukan oleh Kota Kediri. Jadi, kami turun ke lapangan sampai di mana dan sejauh apa program berjalan,” kata Ali Sadikin saat meninjau aktivitas posyandu di Pesantren Wali Barokah Kediri.

Tim Setwapres memantau langsung kegiatan dari tingkat akar rumput, yaitu di posyandu. Dari hasil pemantauan, Ali Sadikin mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan di posyandu tersebut, terutama proaktifnya kader dalam menjelaskan dan melakukan tindakan terhadap bayi atau orang tua yang memiliki potensi stunting.

Tantangan Nasional dan Target Kediri

Ali Sadikin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus proaktif dan meningkatkan kinerja, terutama pada program prioritas yang menyangkut indikator stunting yang terbilang cukup tinggi, seperti imunisasi dasar, ASI eksklusif, dan MPASI.

Secara nasional, angka stunting masih berada di sekitar 19 persen. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), prevalensi stunting Indonesia adalah 19,8 persen.

Angka ini sedikit lebih rendah dari target 2024 (20,1 persen). Namun, untuk mencapai target 2025 sebesar 18,8 persen, dibutuhkan upaya dan kolaborasi yang lebih erat.

Dalam menghadapi masalah ini, Strategi Nasional Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (Stranas P3S) yang disusun Setwapres lebih mengedepankan faktor pencegahan. Strategi ini berfokus pada intervensi spesifik (11 intervensi) dan intervensi sensitif (9 intervensi) sejak masa prakelahiran, khususnya untuk remaja putri dan ibu hamil.

Komitmen Pemkot Kediri

Komitmen Pemkot Kediri dalam menurunkan stunting terlihat dari capaiannya. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, M. Fajri Mubasysyr, menyampaikan bahwa dari sekitar 14.000 balita yang terdata stunting, kini angkanya berhasil ditekan hingga tinggal sekitar 700 balita.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Kiai Sunarto, menuturkan bahwa pertemuan posyandu di tempatnya digelar rutin. Posyandu ini melayani 70 anak balita, termasuk dari keluarga besar pesantren dan masyarakat sekitar. Posyandu juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan lansia.( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.