HeadlinePemerintahan

Kota Surabaya Raih Prestasi di Inotek Award Jatim 2025, Kampung Semanggi Jadi Juara Inovasi Daerah Terbaik

337
×

Kota Surabaya Raih Prestasi di Inotek Award Jatim 2025, Kampung Semanggi Jadi Juara Inovasi Daerah Terbaik

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Kota Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai epicentrum inovasi di Jawa Timur. Kota Pahlawan berhasil meraih Juara Pertama Kategori Inovasi Daerah di ajang Penganugerahan Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (INotek) Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Penghargaan tertinggi ini disabet berkat inovasi Kampung Semanggi, sebuah inisiatif pemberdayaan yang digagas Camat Benowo bersama warga RW 3 Kelurahan Sememi.

Prestasi ini diperkuat dengan masuknya tiga inovasi Surabaya lainnya ke dalam jajaran Top 15 INotek Award 2025, mencakup berbagai bidang. Hal ini membuktikan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Jurus Jitu Wali Kota Eri: Semanggi Diekspor hingga Australia
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa Kampung Semanggi di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, telah bertransformasi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kuliner tradisional yang sukses dan menginspirasi.

“Inovasi yang diresmikan sebagai Kampung Berseri Astra (KBA) pada tahun 2021 ini fokus pada pengembangan produk berbahan dasar semanggi. Tidak hanya terbatas pada pecel tradisional, tetapi juga diversifikasi produk seperti cookies, putri salju, nastar, peyek, stick, pudot, jus, nugget, tahu bakso, cilok, cireng, hingga semanggi instan,” kata Wali Kota Eri, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Percepat Sertifikasi Higiene 87 SPPG Demi Keamanan Program MBG

Dampak ekonomi dari inovasi ini sangat signifikan. Tercatat lebih dari 120 pedagang pecel semanggi aktif berkontribusi dalam perekonomian lokal. Bahkan, produk semanggi instan telah berhasil diekspor hingga ke Australia.

“Selain itu, aspek budaya juga diperkuat dengan penetapan Pecel Semanggi Suroboyo sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud RI pada tahun 2022, serta didukung oleh penerapan empat Pilar KBA, termasuk program pencegahan stunting,” jelas Eri.

Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi, menegaskan bahwa penghargaan di INotek Award adalah cerminan dari semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat Surabaya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, mengungkap kunci strategis di balik keberhasilan ini.

“Kami di Bappedalitbang terus mendorong ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui pendekatan heptahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media,” ungkap Irvan.

Ia menambahkan, keberhasilan menempatkan empat inovasi di jajaran teratas menunjukkan strategi Pemkot dalam memfasilitasi dan menginkubasi inovasi lokal sudah berada pada jalur yang tepat.

Baca Juga:  Stabilkan Harga Sembako Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Masifkan Gerakan Pangan Murah di Asemrowo

“Kami juga terus melakukan pendampingan intensif, mulai dari perumusan ide hingga implementasi dan replikasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem manajemen inovasi daerah agar Surabaya dapat menjadi role model kota inovatif di Indonesia,” tegasnya.

Inovasi dari Heritage hingga Kecerdasan Buatan
Selain Kampung Semanggi, tiga inovasi unggulan Surabaya yang masuk Top 15 INotek Award 2025 meliputi:

  • Kampung Wisata Ketandan (Kategori Sosial Kependudukan): Berhasil dikembangkan menjadi destinasi wisata heritage yang mempertahankan arsitektur kolonial dan menampilkan wisata religi, sambil melibatkan lebih dari 40 pelaku UMKM lokal.
  • ASIAP (Abon Ikan Asap) (Kategori Agribisnis): Terobosan pengolahan ikan asap dari Kenjeran yang memberikan nilai tambah pada produk dengan mengusung konsep ekonomi hijau.
  • MeccaBot AI (Kategori Teknologi Berbasis Website/Mobile Apps): Aplikasi berbasis artificial intelligence dari Tim Prodi Inovasi Digital ITS, berfungsi sebagai pendamping digital 24 jam bagi jamaah haji dan umrah, dengan unduhan mencapai lebih dari 7.000 pengguna.

Irvan menyimpulkan, keberhasilan ini membuktikan bahwa Kota Pahlawan terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan inovasi daerah di Indonesia Timur, melahirkan solusi-solusi kreatif yang benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Efektif Tingkatkan Fokus Siswa, Pembatasan Gadget di Sekolah Surabaya Mulai Berbuah Manis

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.