HeadlinePemerintahan

Tanggul Regoyo Jebol Dihantam Lahar Semeru, Pemkab Lumajang Tetapkan Status Prioritas Darurat

433
×

Tanggul Regoyo Jebol Dihantam Lahar Semeru, Pemkab Lumajang Tetapkan Status Prioritas Darurat

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang langsung bergerak cepat menanggapi jebolnya tanggul Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, yang diakibatkan oleh hujan ekstrem pada 2 November 2025. Perbaikan tanggul ini ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan bencana mengingat ancaman serius banjir lahar Gunung Semeru terhadap permukiman dan lahan pertanian warga.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, segera meninjau lokasi kerusakan pada Kamis (6/11/2025), memimpin langsung pemetaan dampak dan strategi penanganan teknis. Kunjungan tersebut melibatkan koordinasi lintas sektoral, didampingi Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma, Ketua DPRD Oktafiyani, Kapolres Lumajang, Kepala BPBD, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur.

“Penanganan tanggul ini bukan sekadar simbolis. Ini tentang menyelamatkan 1.211 kepala keluarga, melindungi ±30 hektare lahan pertanian, dan mencegah kerusakan yang lebih luas,” tegas Bupati Indah dari lokasi.

Upaya pemulihan dilakukan secara terkoordinasi dengan mobilisasi sumber daya besar. Untuk mempercepat perbaikan, pemerintah mengerahkan total tiga unit alat berat dari PUSDA Jawa Timur, BBWS Brantas, dan partisipasi penambang lokal. BPBD Lumajang ditugaskan memastikan logistik dan bahan bakar tersedia tanpa kendala.

Baca Juga:  Lahar Hujan Semeru Terjang Lebih Selama Tiga Jam, Penambang Diminta Menjauh

Hasil identifikasi teknis yang dilakukan PUSDA dan BBWS Brantas menunjukkan kerusakan signifikan, meliputi:

Tanggul sisi kanan sepanjang 150 meter dengan ketinggian 6 meter yang jebol.

Tanggul kritis di STA 27+66 meter.

Kerusakan tanggul di sekitar musala dan jembatan limpas.

Kerusakan bronjong sayap jembatan Sungai Liwek sepanjang 15 meter.

Strategi penanganan sistematis yang diterapkan mencakup pembukaan kembali akses jalan utama, pengalihan arus sungai untuk mencegah genangan lahan pertanian, penguatan tanggul kritis, dan langkah antisipatif terhadap potensi banjir susulan.

Bupati Indah menekankan bahwa percepatan penanganan dimungkinkan berkat kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat. Warga secara aktif terlibat membangun tanggul sementara dan menata jalur darurat, sementara pemerintah menyediakan sarana pendukung dan alat berat.

“Kesiapsiagaan, kolaborasi lintas instansi, dan mobilisasi sumber daya menjadi fondasi agar setiap bencana dapat ditangani dengan efektif,” tambahnya, menekankan pentingnya membangun kapasitas komunitas dalam menghadapi bencana.

Hingga laporan ini dibuat, hasil penanganan awal di lapangan sudah terlihat: akses jalan yang sempat terputus telah dibuka kembali, arus sungai berhasil dialihkan, dan sejumlah tanggul darurat telah diperkuat. Aktivitas warga, termasuk pendidikan dan pertanian, dilaporkan mulai kembali normal secara bertahap.

Baca Juga:  Pemkab Lumajang Tegaskan Pengabdian Penghormatan ASN Lumajang Menuntaskan Tugas Negara

Respons cepat, koordinasi antarinstansi, dan kehadiran langsung kepala daerah di lapangan menegaskan bahwa mitigasi bencana di Lumajang kini menjadi prioritas operasional dan upaya nyata untuk membangun ketahanan terhadap ancaman Semeru dan perubahan iklim.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.