HeadlinePemerintahan

Amran Klaim Indonesia Setop Impor Beras dalam 3 Bulan, Swasembada Dipercepat jadi Setahun

436
×

Amran Klaim Indonesia Setop Impor Beras dalam 3 Bulan, Swasembada Dipercepat jadi Setahun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, analisapublik.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan klaim mengejutkan terkait capaian ketahanan pangan Indonesia. Amran memastikan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada beras jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan sebelumnya oleh Presiden. Bahkan, ia sesumbar Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Amran dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Mentan Amran mengungkapkan, target awal yang diberikan Presiden Prabowo adalah swasembada dalam empat tahun. Namun, berkat dorongan dan kerja keras di lapangan, target itu terus direvisi cepat.

“Target awal Bapak Presiden kepada kami empat tahun. Setelah 21 hari menjadi tiga tahun, 45 hari kemudian menjadi satu tahun. Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan Indonesia tidak impor lagi,” terang Mentan Amran di depan awak media.

Fokus Prabowo dan Kenaikan Produksi Signifikan
Amran menyebut, percepatan ini tidak lepas dari kerja keras petani dan dukungan penuh Presiden Prabowo yang disebutnya betul-betul fokus pada ketahanan pangan. “Beliau ingin petani sejahtera dan Indonesia berdikari pangan,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut mendukung klaim optimisme ini. Produksi beras nasional tahun ini dilaporkan telah mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan menembus 34 juta ton hingga akhir tahun. Kenaikan produksi sekitar 4 juta ton dibanding tahun lalu disebut Amran sebagai bukti nyata keberhasilan kebijakan di sektor pertanian.

Indikator lainnya adalah kondisi harga. Bulan September 2025 mencatat deflasi beras sebesar 0,13 persen. Kondisi ini adalah yang pertama kalinya terjadi dalam lima tahun terakhir di musim paceklik, mengindikasikan ketersediaan beras nasional yang cukup dan harga di tingkat konsumen yang terkendali.

“Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,8 juta ton, dan ada tambahan satu juta ton untuk operasi pasar. Ini menandakan pangan kita aman. Bahkan berlebih. Alhamdulillah,” ujar Amran.

NTP Melonjak dan Indonesia di Peringkat Kedua Dunia
Di panggung global, Mentan Amran memaparkan bahwa Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi pangan terbesar kedua di dunia setelah Brasil.

Selain itu, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP)—indikator utama kesejahteraan—meningkat menjadi 124,36 poin, jauh di atas target nasional sebesar 110 poin.

“NTP naik berarti petani makin sejahtera. Ini kabar baik untuk rakyat Indonesia, terutama para petani yang sudah bekerja luar biasa,” katanya.

Mengakhiri pernyataannya, Mentan Amran menegaskan pentingnya hilirisasi pertanian untuk memperkuat ekonomi desa. “Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Semua harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati petani dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Amran menutup dengan optimisme bahwa Indonesia kini berada di jalur yang benar menuju kemandirian pangan nasional berkat kerja sama semua pihak, terutama para petani Indonesia.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.