HeadlineHukum Kriminal

Polres Tulungagung Gagalkan Rencana Kerusuhan, Dua Provokator Diamankan

220
×

Polres Tulungagung Gagalkan Rencana Kerusuhan, Dua Provokator Diamankan

Sebarkan artikel ini
AKBP Muhammad Taat Resdi

analisapublik.id – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung menggagalkan potensi kericuhan dalam aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (4/9). Dua mahasiswa, masing-masing berinisial CK (27), asal Klaten, Jawa Tengah, dan MSA (24), asal Jakarta Timur, diamankan terkait dugaan provokasi massa dan aksi pelemparan bom molotov ke Mapolres Kediri Kota.

CK ditangkap Tim Satreskrim Polres Tulungagung pada Rabu malam (3/9) di sebuah hotel setelah berpindah-pindah lokasi selama tiga hari. Ia diketahui terlibat dalam pelemparan bom molotov ke Mapolres Kediri Kota pada Sabtu (30/8), sebagaimana terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengatakan pelaku sempat berpindah dari satu warung kopi ke warung lain untuk menyebarkan hasutan. “Dari pemeriksaan, terbukti ia terlibat dalam pelemparan molotov,” ujarnya saat konferensi pers, pada Kamis (4/9).

Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor, tas selempang, dan ponsel berisi percakapan terkait rencana kerusuhan.

Dalam pengembangan kasus, Polres Tulungagung berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota dan menangkap MSA di rumah kosnya di Kediri. Dari tangan MSA, polisi mengamankan barang bukti berupa sepatu, topi, handphone, dan empat buah kembang api.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kapolres menjelaskan, motif sementara kedua pelaku diduga dipicu dendam pribadi terhadap aparat kepolisian. “CK pernah mengalami penilangan di Yogyakarta, yang memicu kebencian dan mendorongnya melakukan aksi berbahaya,” kata AKBP Taat Resdi.

Berkat langkah cepat aparat, rencana kericuhan berhasil digagalkan. Koordinator aksi demonstrasi memutuskan menunda kegiatan setelah menerima penjelasan dari pihak kepolisian.

“Alhamdulillah, potensi kericuhan dapat dicegah. Meski demikian, kami tetap menyiagakan 1.470 personel untuk menjaga situasi Tulungagung tetap kondusif,” pungkasnya. ( Endi S )

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.