PemerintahanPendidikan

Presiden Prabowo Bakal Beri Pembekalan Langsung Kepada Guru Sekolah Rakyat

392
×

Presiden Prabowo Bakal Beri Pembekalan Langsung Kepada Guru Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, analisapublik.id – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan memberikan pembekalan langsung kepada guru dan 165 Kepala Sekolah Rakyat. Keterlibatan Presiden ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menyukseskan program pendidikan yang terintegrasi dengan misi pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan resmi pada Selasa (19/8/2025). “Kalau waktunya memungkinkan pada Jumat (22/8/2025) kami mohon kesediaan Bapak Presiden untuk memberikan pembekalan secara langsung,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, agenda ini merupakan bagian dari pembekalan gelombang tahap ketiga guru dan kepala Sekolah Rakyat yang berlangsung pada 18–23 Agustus 2025 secara hybrid di Pusdiklatbangprof Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta.

Target 165 Titik Beroperasi Tahun Ini
Gus Ipul menjelaskan, pembekalan tahap ketiga ini ditujukan bagi guru dan kepala sekolah dari 65 titik Sekolah Rakyat baru yang akan mulai beroperasi pada September 2025.

“Secara keseluruhan pada 2025 ditargetkan ada 165 titik Sekolah Rakyat. Saat ini per Agustus ini sudah 100 titik Sekolah Rakyat beroperasi. Ada tambahan 65 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi September. Jadi kapasitas keseluruhan sekitar 16.000 siswa,” kata Mensos.

Materi pembekalan yang diberikan mencakup panduan tata kelola sekolah, tata tertib di asrama, ruang kelas, ruang makan, dan tempat ibadah, hingga sistem pembelajaran yang berbasis Learning Management System (LMS) atau Sistem Manajemen Pembelajaran.

“Alhamdulillah, secara umum semuanya berjalan baik sejak dimulai pada 14 Juli lalu. Kalau ada kekurangan, kita terus perbaiki bersama-sama,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-2) dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan konsep pendidikan berasrama yang terintegrasi dengan jaminan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.