HeadlinePemerintahan

Wali Kota Surabaya Resmikan Taman Harmoni: Kini Berkonsep ‘Harmony of The World’ dan Siap Manjakan Warga Surabaya

560
×

Wali Kota Surabaya Resmikan Taman Harmoni: Kini Berkonsep ‘Harmony of The World’ dan Siap Manjakan Warga Surabaya

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Taman Harmoni akhirnya diresmikan dan dibuka kembali untuk umum. Taman yang terletak di kawasan Keputih Tegal Timur, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo ini, diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Sabtu (3/8/2025) pagi.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, Taman Harmoni kini hadir dengan konsep berbeda dari sebelumnya. Tema yang diusung adalah “Harmony of The World” yang sejalan dengan visi Kota Surabaya yaitu “Transformasi Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan.”

“Seperti yang selalu saya katakan, bahwa Humanis dan Berkelanjutan itu penting. Kalau kita menjadi kota yang maju tanpa jiwa yang humanis, maka akan sia-sia. Humanis itu memiliki hubungan satu sama lainnya dan hari ini dibuktikan di Taman Harmoni,” kata Wali Kota Eri.

Dibangun dengan Gotong Royong, Dilengkapi Fasilitas Lengkap
Wali Kota Eri menyampaikan, revitalisasi taman ini tidak hanya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Surabaya saja. Namun, Pemkot turut menggandeng sejumlah pihak swasta dan komunitas.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Percepat Sertifikasi Higiene 87 SPPG Demi Keamanan Program MBG

“Hari ini saya sampaikan, kenapa ada Royal Residence, ada Pakuwon, Komunitas Jalak, Kebun Binatang Surabaya (KBS), PLN, hingga Ciputra? Itu sejatinya karena ini dibangun dengan rasa gotong royong yang luar biasa oleh seluruh elemen di Kota Surabaya. Terima kasih perusahaan yang telah berinvestasi di Kota Surabaya,” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi ini menerangkan, Taman Harmoni kini memiliki berbagai fasilitas baru yang dapat dinikmati masyarakat, mulai dari zona bermain anak, zona edukasi satwa, hingga area outbound.

Di zona taman bermain, tersedia fasilitas edukasi satwa seperti kelinci, ayam kate, dan kuda poni, yang memungkinkan anak-anak berinteraksi langsung. Ada juga zona rekreasi dan edukasi dengan fasilitas flying fox serta Taman Lalu Lintas yang dilengkapi ATV dan sepeda motor mini untuk edukasi rambu-rambu. Tak ketinggalan, di sisi utara taman ada sentra kuliner “Pasar Ngisor Pring (Sorpring)”, tempat pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner di bawah rimbunnya hutan bambu.

Tiket Berkonsep Voucher, Dorong Perekonomian UMKM
Cak Eri mengimbau pengunjung untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Pengunjung hanya diperbolehkan membawa tikar dan membeli makanan dari tenant atau UMKM yang tersedia di dalam Pasar Sorpring, Taman Harmoni.

Baca Juga:  Stabilkan Harga Sembako Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Masifkan Gerakan Pangan Murah di Asemrowo

Pemkot Surabaya masih menghitung biaya tiket masuk ke Taman Harmoni, namun diperkirakan berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per orang. Konsepnya, pengunjung akan membeli voucher yang dapat ditukarkan untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM setempat.

“Tiketnya masih dihitung ya, jadi itu nanti untuk UMKM. Ketika membayar tadi akan mendapatkan voucher itu yang bisa ditukarkan untuk membeli makanan dan minuman untuk membantu UMKM yang ada di sini,” jelas Cak Eri.

Ia menambahkan, Pemkot akan terus mengembangkan taman seluas 8 hektare ini. Rencananya, pada tahun 2026, Pemkot akan menyiapkan sarana transportasi dan melebarkan akses jalan menuju taman.

“Ketika ada tempat wisata dan wisatawan yang hadir, maka pemerintah harus hadir. Mulai menyiapkan transportasi hingga jalannya. Di 2026 nanti, insyaallah dari MERR sampai ke Taman Harmoni ini ada jalan kembar, kita besarkan jalannya,” tambahnya.

Tema Enam Benua dan Potensi Wisata Mancanegara
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan tema “Harmony of The World” menyatukan berbagai tempat ikonik dari enam benua.

Baca Juga:  Efektif Tingkatkan Fokus Siswa, Pembatasan Gadget di Sekolah Surabaya Mulai Berbuah Manis

“Di Taman Harmoni ini kita menyatukan enam elemen dari enam benua yang ada di dunia. Jadi setiap zona akan menceritakan, jika di benua Asia, nanti menceritakan ada binatang apa, dan sebagainya,” pungkas Dedik. Ia juga optimis taman ini akan menarik wisatawan mancanegara. “Bahkan, kemarin sempat ada kunjungan rombongan dari Malaysia. Setelah melihat dari Youtube, mereka berkunjung ke sini meskipun saat itu masih dalam proses pembangunan,” katanya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.