Jakarta, analisapublik.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak Generasi Emas 2045 dari anak-anak kurang mampu.
“Kita sebagai pembantu Presiden harus menjalankan gagasan beliau untuk menyukseskan Program Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul usai peresmian Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (1/8/2025).
Menurutnya, program ini digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan, memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan dengan melahirkan generasi yang berkualitas.
Tiga Kunci Gagasan Sekolah Rakyat
Gus Ipul menjelaskan, ada tiga kunci utama di balik gagasan Presiden Prabowo terkait Sekolah Rakyat:
- Memuliakan “Wong Cilik”: Program ini dirancang untuk memuliakan kaum dhuafa atau masyarakat yang kurang beruntung, terutama yang masuk dalam statistik keluarga miskin ekstrem (desil 1 dan 2). Tujuannya agar mereka dapat melahirkan Generasi Emas 2045.
- Menjangkau yang Belum Terjangkau: Mensos memperkirakan ada sekitar 3 juta anak usia sekolah mulai tingkat SD hingga SMA yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau kelompok-kelompok ini.
- Memungkinkan yang Tidak Mungkin: Banyak anak yang putus harapan karena orang tua mereka tidak mampu menyekolahkan. Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan harapan dan kesempatan bagi mereka agar dapat melanjutkan pendidikan yang baik. “Dengan Sekolah Rakyat, yang tidak mungkin menjadi mungkin bagi anak-anak untuk diterima,” tegas Gus Ipul.
- Ia juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak bisa disamakan dengan sekolah umum lainnya yang hanya fokus pada akademik. Program ini lebih menekankan pada penerimaan siswa dari keluarga miskin ekstrem dan rentan miskin. Seleksi siswa dilakukan berdasarkan hasil pendataan dari petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Kita berharap anak-anak sekolah di sini nantinya ada yang menjadi presiden, menteri, hingga gubernur lewat pendidikan Sekolah Rakyat itu,” kata Mensos.
Gubernur Banten Jadi Inspirasi
Gus Ipul mencontohkan kisah Gubernur Banten Andra Soni sebagai inspirasi bagi para siswa. “Gubernur Banten sendiri dari keluarga tidak mampu ekonomi, bahkan pernah menjadi sopir angkot hingga pekerja serabutan. Namun, ia bekerja keras menimba ilmu hingga kini menjabat Gubernur Banten,” ujar Gus Ipul. “Kami berharap anak-anak Sekolah Rakyat bisa mengambil inspirasi dari perjalanan Pak Gubernur Banten itu,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa pemerintah daerahnya telah mengajukan enam kabupaten/kota untuk memiliki Sekolah Rakyat, mengingat lahan di Banten yang cukup luas. Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan di Banten baru ada di Kabupaten Lebak dan Tangerang Selatan, dengan memanfaatkan gedung-gedung pemerintah setempat.
(Res)












