Surabaya, analisapublik.id -Ketua Umum Pimpinan Wilayah (Pimwil) Tapak Suci Jawa Timur Sasmito Djati menyatakan bahwa kejuaraan wilayah (kejurwil) menjadi ajang untuk mempersiapkan diri guna meraih prestasi dalam Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2 di Kota Malang, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025.
“Sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia ke-2 yang diharapkan tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi, yaitu dengan mempertahankan gelar juara umum saat gelaran yang pertama di Solo melalui Kejurwil di Surabaya,” kata Sasmito, Minggu.4/5
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari persiapan kejuaraan dunia tersebut, sebanyak 610 pesilat dari 30 pimpinan daerah (pimda) kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Tapak Suci 2025 yang digelar pada 2-4 Mei 2025 di Gelanggang Remaja Surabaya.
Dalam kejuaraan tersebut, mempertandingkan dua kategori utama, yakni tanding dan seni, yang terbagi dalam empat kelompok usia, yakni usia dini (SD), pra remaja (SMP) dan remaja (SMA/SMK).
Sementara, untuk kategori dewasa (mahasiswa serta kader Pimda) nantinya akan berlanjut mengikuti Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2 di Malang.
“Hingga hari ini, semua atlet yang ikut kejurwil sudah cukup baik, termasuk panitia penyelenggaranya. Semoga berjalan lancar dan sukses hingga penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Tapak Suci kedua di Kota Malang,” ucapnya.
Sementara, Sekretaris panitia Kejurwil 2025 Faisal Ardianto mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan pesilat muda, tetapi juga menjadi tahap awal seleksi menuju kejuaraan dunia
“Selain menjadi agenda pembinaan untuk yang SD, SMP, SMA, kejurwil ini juga menjadi sarana seleksi bagi atlet dewasa dari seluruh pimpinan daerah yang akan dibina secara berkelanjutan,” tuturnya
Untuk menjamin objektivitas dan transparansi, sistem penilaian yang digunakan kejurwil tahun ini berbasis teknologi informasi (TI) terintegrasi.
Menurut dia, setiap pertandingan dicatat secara digital dan dapat dipantau langsung oleh tim teknis wilayah.
Sementara, dalam gelaran kejurwil tersebut Pimda Tapak Suci Surabaya menjadi juara umum pertama
Selanjutnya, juara umum kedua di raih oleh Jember kemudian, juara umum ketiga diraih oleh Lamongan ( wa/ar)






