Jatim

Waka BGN Turun ke Nganjuk, SPPG Begadung II Terancam Suspend Permanen

1341
×

Waka BGN Turun ke Nganjuk, SPPG Begadung II Terancam Suspend Permanen

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, ANALISA PUBLIK – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono turun langsung ke Kabupaten Nganjuk untuk mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung II menyusul dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak terhadap 143 siswa dan guru.

Peninjauan dilakukan Sabtu (5/9/2026). Trenggono didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Dandim 0810/Nganjuk, serta sejumlah unsur terkait.

Dalam kunjungannya, rombongan mengecek langsung kondisi fasilitas SPPG Begadung II, mulai dari sarana dapur hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses pengolahan, penyiapan, dan distribusi makanan.

Berdasarkan evaluasi awal, BGN menilai kondisi dapur tersebut belum layak untuk kembali menjalankan pelayanan MBG. Operasional SPPG Begadung II pun dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi lebih lanjut.

“Harus evaluasi lagi karena memang dapurnya kurang layak. Nanti ini akan ditutup, kita evaluasi dan hasilnya bisa mengarah ke suspend permanen,” ujar Trenggono.

Saat ini, BGN memberlakukan suspend terhadap SPPG Begadung II selama 30 hari. Apabila hasil investigasi menunjukkan fasilitas dan pengelolaannya tidak memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan, sanksi tersebut dapat ditingkatkan menjadi suspend permanen.

Evaluasi tidak hanya menyasar kondisi fisik dapur, tetapi juga kepatuhan terhadap SOP keamanan pangan, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan makanan, proses penyajian, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi penerima manfaat.

Menyusul kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG di wilayah setempat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan pengecekan diperlukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan operasional SPPG memenuhi standar yang telah ditentukan.

“Sesuai instruksi Bapak Presiden melalui BGN, kami diinstruksikan bersama-sama Forkopimda dalam waktu dekat akan mengecek secara keseluruhan dapur di Kabupaten Nganjuk. Kita pastikan fasilitasnya agar kejadian ini menjadi yang terakhir,” tegasnya.

Selain mengecek SPPG Begadung II, Trenggono bersama rombongan juga mendatangi rumah sakit untuk melihat langsung perkembangan kondisi kesehatan para siswa dan guru yang terdampak.

Dari 143 orang yang sebelumnya menjalani pemeriksaan dan observasi medis, sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Hingga Sabtu, enam orang masih menjalani perawatan.

BGN menegaskan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG diperlukan untuk memastikan standar keamanan pangan, kelayakan fasilitas, serta SOP pengolahan makanan benar-benar diterapkan sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Reporter: Bambang Suryono
Editor: Adi Cahyono, S.E.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.