PemerintahanPeristiwa

Tiga Santri Selamat Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Total Korban Meninggal Menjadi Tiga Orang

346
×

Tiga Santri Selamat Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Total Korban Meninggal Menjadi Tiga Orang

Sebarkan artikel ini

 

Sidoarjo  analisapublik.id – Upaya evakuasi korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban selamat pada Selasa (30/9/2025) pagi.

Dengan penemuan ini, total korban yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan menjadi 11 orang.

Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa timnya menghadapi kondisi reruntuhan yang tidak stabil, namun tetap mengutamakan keselamatan. “Meski menghadapi kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material di lokasi, tim SAR tetap berupaya mengevakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Korban kesembilan ditemukan di Site A1 dan dievakuasi pukul 03.18 WIB, kemudian dibawa ke RS Delta Surya. Korban kesepuluh dievakuasi pukul 04.55 WIB, disusul korban kesebelas pada pukul 06.05 WIB dari lokasi yang sama. Keduanya langsung dirujuk ke RSUD Notopuro, Kabupaten Sidoarjo.

Update Data Korban

Berdasarkan data sementara yang telah diperbarui, total 100 santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Rinciannya:

  • 11 orang dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
  • 88 orang menyelamatkan diri secara mandiri setelah kejadian.
  • 3 orang meninggal dunia.

Awalnya, tercatat 1 korban meninggal di lokasi. Namun, Nanang mengonfirmasi adanya penambahan korban jiwa. “Korban kesepuluh dan kesebelas yang sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit, dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 3 orang,” jelas Nanang.

Kendala dan Pengerahan Personel

Nanang menambahkan, kendala utama dalam proses evakuasi adalah kondisi struktur bangunan yang rapuh serta tumpukan material beton yang menyulitkan pergerakan tim. Meski demikian, operasi penyelamatan terus dilanjutkan dengan dukungan penuh berbagai unsur SAR.

Operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi. Selain Kantor SAR Surabaya, unsur yang terlibat antara lain BPBD Prov Jatim, unsur TNI dan POLRI, BPBD kab/kota (Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Jombang, Surabaya, Nganjuk, Batu), PMI, DAMKAR, BDRT, Gerpik, SAR MTA, Banser Sidoarjo, DMC, Hujung Galuh Rescue, Kanjuruhan Rescue, IOF Rescue, PT Gun, PT Freeport Indonesia, Double Cabin Rescue, Sarnatra, Siaga Kota Surabaya, BAZNAS, LPBI NU, SDI, TSA, dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.

Dalam operasi SAR hari kedua ini, Kantor SAR Surabaya juga menerima penguatan personel dan peralatan dari BSG (Basarnas Special Group), Kantor SAR Semarang, dan Kantor SAR Yogyakarta. Peralatan yang dikerahkan meliputi ekstrikasi, SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), peralatan evakuasi medis, serta perlengkapan pendukung penyelamatan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berupaya membuka akses untuk menjangkau korban lain yang diperkirakan masih selamat di balik reruntuhan. (wa/je)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.