Gaya HidupHeadlinePemerintahan

Sinergi BKKD 2025, Jalan Poros Desa Sidomulyo Bojonegoro Kini Mulus Teralas Aspal

176
×

Sinergi BKKD 2025, Jalan Poros Desa Sidomulyo Bojonegoro Kini Mulus Teralas Aspal

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam mengakselerasi pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui kucuran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, kini resmi memiliki jalan poros desa yang representatif.

Pembangunan jalan aspal ini mencakup total panjang 778 meter dengan lebar empat meter. Proyek strategis tersebut menyasar dua titik krusial yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

Titik pertama terletak di Dusun Gendong sepanjang 546 meter, yang berfungsi sebagai jalur penghubung vital antara Dusun Sepat (Desa Megale) menuju Dusun Tauran (Desa Tlogoagung). Sementara titik kedua berada di Dusun Gembol sepanjang 232 meter, yang menyambungkan Desa Sidomulyo dengan Desa Jamberejo.

Kepala Desa Sidomulyo, Hari Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa status desa sebagai salah satu pusat aktivitas di Kecamatan Kedungadem membuat perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

“Sinergi antara Pemerintah Desa dan Pemkab Bojonegoro melalui program BKKD ini benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi jalan kini jauh lebih baik dan mobilitas kendaraan jauh lebih lancar,” ujar Hari Agus, sebagaimana dikutip pada Senin (12/1/2026).

Hari menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan hasil dari mekanisme musyawarah desa (Musdes). Aspirasi tersebut kemudian diformulasikan dalam bentuk proposal yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten.

“Pembangunan ini murni berdasarkan kebutuhan warga. Alhamdulillah, Pemkab merespons dengan cepat sehingga pada tahun 2025 impian masyarakat memiliki jalan aspal dapat terwujud,” imbuhnya.

Meski sebagian wilayah telah teraspal, Pemerintah Desa Sidomulyo menargetkan keberlanjutan proyek ini. Ke depan, mereka berharap pembangunan dapat diteruskan hingga Dusun Slinggang hingga menembus Desa Jamberejo demi mengoptimalkan konektivitas antarwilayah di Kedungadem.

Dampak perbaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Suwarno, salah satu warga Dusun Gendong, mengaku lega karena akses transportasi kini tak lagi terhambat oleh kerusakan jalan.

“Dulu jalannya rusak dan sulit dilewati, apalagi saat cuaca buruk. Sekarang sudah mulus. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa dan Pemkab Bojonegoro,” tutur Suwarno.

Infrastruktur yang lebih layak ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi perekonomian desa, mempercepat distribusi hasil bumi, serta memudahkan mobilitas warga dalam aktivitas sosial maupun ekonomi sehari-hari.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.