Headline

Semangat Heroisme, Wali Kota Eri Perankan Jendral Soedirman dalam Teatrikal Kolosal Perobekan Bendera

342
×

Semangat Heroisme, Wali Kota Eri Perankan Jendral Soedirman dalam Teatrikal Kolosal Perobekan Bendera

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Analisapublik.com – Semangat heroisme Arek-Arek Suroboyo kembali dihidupkan melalui pertunjukan kolosal yang memadukan sejarah, seni, dan edukasi publik. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, berkolaborasi dengan seniman, pelajar, komunitas, hingga veteran, akan menggelar Teatrikal Kolosal Bersejarah Perobekan Bendera “Surabaya Merah Putih” pada Minggu, 21 September 2025, pukul 07.30 WIB.

Acara ini akan dipusatkan di depan Hotel Majapahit (eks Hotel Yamato), lokasi bersejarah tempat terjadinya peristiwa perobekan bendera Belanda.

Uniknya, pertunjukan yang bertepatan dengan Car Free Day di Jalan Tunjungan ini tidak hanya menjadi panggung edukasi, tetapi juga akan menampilkan langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turut memerankan tokoh penting, yakni Residen Soedirman. Soedirman merupakan simbol kepemimpinan rakyat Surabaya saat itu.

Wali Kota Eri menjelaskan, teatrikal ini merupakan cara membumikan sejarah agar tidak hanya tersimpan dalam arsip atau buku pelajaran. “Lewat pementasan ini, kami ingin agar masyarakat merasakan sendiri semangat 19 September 1945, semangat pantang menyerah yang membentuk karakter Surabaya hingga dikenal sebagai Kota Pahlawan,” kata Wali Kota Eri, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, menghidupkan kembali peristiwa heroik di Hotel Majapahit ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi sejarah, seni, dan masyarakat luas. Ini juga menjadi cara untuk memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan dan inspirasi bagi generasi penerus.

“Penonton diundang hadir dan menyaksikan langsung pertunjukan gratis ini di sepanjang Jalan Tunjungan, menikmati atmosfer sejarah yang direka ulang secara spektakuler, dan merasakan getaran perjuangan yang pernah terjadi 80 tahun silam,” ajaknya.

Ia menegaskan, teatrikal perobekan bendera ini harus terus dilestarikan. Aksi ini adalah cara untuk menjaga semangat perjuangan para pahlawan yang gagah berani merobek bendera Belanda hingga hanya menyisakan warna merah dan putih.

“Kami ingin mengingatkan kembali kepada generasi muda bahwa arek-arek Surabaya tidak boleh melupakan sejarah. Dulu, banyak pejuang yang rela berkorban nyawa untuk merebut kemerdekaan. Karena itu, di era ini kita tidak seharusnya saling bertikai,” jelasnya.

Konsep pementasan ini juga berbeda karena tidak menggunakan aktor profesional, melainkan melibatkan murni Arek-Arek Suroboyo sendiri. “Ini membuktikan bahwa generasi muda Surabaya memiliki tradisi yang baik, kreatif dalam membuat konsep, dan mampu membangkitkan semangat perjuangan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa pertunjukan ini akan berdurasi sekitar 90 menit.

“Mengusung skenografi ludrukan khas Surabaya lawasan, pementasan ini menggabungkan elemen teater, tari, puisi, musik keroncong, seni instalasi, dan parade sepeda kuno, yang membangun atmosfer Surabaya tahun 1945 yang penuh ketegangan,” jelas Hidayat.

Ia juga memaparkan bahwa Wali Kota Eri akan membuka pementasan dengan membacakan Proklamasi Pemerintahan Republik Indonesia, diikuti adegan dramatik negosiasi dengan pengacara pro-Belanda, Mr. Ploegman. Klimaksnya, aksi heroik Hariyono yang merobek bendera akan diiringi lagu “Berkibarlah Benderaku”, menambah getaran emosional bagi penonton. Gelaran ini melibatkan 1.000 pemain yang terdiri dari gabungan seniman dan pelajar.

“Skenario teatrikal ini tak hanya sekadar rekonstruksi sejarah, tetapi juga panggung edukasi publik yang menyentuh emosi dan memantik kesadaran generasi muda tentang harga mempertahankan kemerdekaan,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.