Madiun, analisapublik.id — Sebanyak belasan pengurus perguruan pencak silat yang tergabung dalam Paguyuban Kampung Pesilat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menggelar Deklarasi Pemersatu Bangsa. Aksi ini bertujuan untuk mewujudkan kerukunan, keamanan, dan ketertiban di lingkungan masyarakat, khususnya di antara para pesilat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto yang membuka acara tersebut di Gedung Padepokan Kampung Pesilat Caruban pada Selasa lalu menyatakan harapannya, “Deklarasi ini menjadi tonggak baru persatuan di antara perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun, sekaligus menghapus stigma konflik yang kerap terjadi di bulan Suro.”
Deklarasi ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan dan menjaga keamanan di seluruh wilayah Madiun. “Seluruh komponen masyarakat, termasuk para pesilat, memiliki peran aktif menjaga kondusifitas. Ini yang harus kita rawat agar daerah Kabupaten Madiun tetap aman dan rukun,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, setelah deklarasi ini, setiap perguruan silat diharapkan dapat saling mendukung, terutama saat kegiatan yang sebelumnya identik dengan potensi konflik, seperti di bulan Muharram (Suro).
“Dengan demikian, sekarang masyarakat bisa beraktivitas tenang, UMKM berani buka usaha, dan kegiatan berjalan lancar. Itu bukti perubahan pola pikir dan hasil kebersamaan dari deklarasi ini,” kata Hari.
Sebagai langkah kolaborasi lebih lanjut, ia mengusulkan agar panitia kegiatan satu perguruan silat bisa melibatkan perwakilan dari perguruan lain, seperti saat acara Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS), panitia bisa melibatkan anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo-Tunas Muda, SH Terate, atau Pagar Nusa. “Begitu pula sebaliknya. Sehingga, ada nuansa Kabupaten Madiun ini milik kita bersama, bukan hanya milik kelompok tertentu,” imbuhnya.
Senada dengan Bupati, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara yang turut hadir dalam acara itu mengapresiasi deklarasi ini. Ia menilai peran pesilat sangat signifikan dalam menjaga keamanan daerah. “Kondusifitas Madiun terjaga berkat kerja sama semua pihak. Tapi kita tetap perlu waspada agar provokator dari luar tidak mempengaruhi situasi yang sudah aman ini,” tegasnya.
Kapolres juga meminta para pesilat di Kampung Pesilat Kabupaten Madiun untuk mematuhi deklarasi tersebut dan terus berupaya mewujudkan Madiun yang aman dan kondusif.
Acara Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa ini dihadiri oleh Bupati Madiun, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan pengurus dari berbagai perguruan silat. ( wa/ar)






