HeadlinePemerintahan

RPH Pastikan Suplai Daging Tak Terganggu Meski Adanya Mogok Jagal

194
×

RPH Pastikan Suplai Daging Tak Terganggu Meski Adanya Mogok Jagal

Sebarkan artikel ini

SURABAYA , Analisapublik.id — Aksi mogok massal para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sempat memicu kekhawatiran terkait tersendatnya distribusi daging segar di Kota Pahlawan. Merespons hal tersebut, PT RPH Surabaya (Perseroda) memastikan bahwa pasokan daging sapi untuk warga Surabaya tetap terkendali.

Direktur Utama PT RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ia mengakui aksi mogok pemotongan sapi di Pegirian sempat membuat warga sedikit kesulitan mendapatkan stok segar di awal pekan.

“Jadi yang pertama saya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya karena akibat aksi mogok memotong sapi di Pegirian, masyarakat agak kesulitan mendapatkan pasokan daging segar,” ujar Fajar saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

Meski aktivitas di Pegirian lumpuh, Fajar menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Menurut hasil pantauan tim monitoring, unit RPH Kedurus tetap beroperasi normal dan mampu menopang kebutuhan harian.

“Saya pastikan hari ini ketersediaan daging masih cukup. Kami masih punya unit Kedurus yang tetap memotong sapi,” tegasnya.

Untuk menjamin akses warga, RPH Surabaya menyalurkan pasokan melalui outlet resmi Surya Mart serta 11 outlet di pasar tradisional yang disuplai oleh mitra jagal dari Kedurus. Sebagai langkah darurat selama sepekan ke depan, manajemen RPH juga akan melakukan pemotongan mandiri guna menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar.

Fajar meluruskan isu yang memicu keresahan para jagal. Ia menekankan bahwa rencana relokasi ke RPH Tambak Osowilangun (TOW) hanya berlaku untuk aktivitas pemotongan (hulu), bukan pusat perdagangan (hilir).

Pasar Daging Arimbi yang selama ini menjadi pusat perkulakan daging di Surabaya dipastikan tetap berlokasi di Pegirian. “Jadi yang pindah tempat pemotongannya saja. Pasar Arimbi tetap di Jalan Arimbi, tidak pindah,” kata Fajar.

Sebagai bentuk kompromi, manajemen memberikan masa transisi hingga akhir Idulfitri 2026. Selama periode Januari hingga Maret, kedua fasilitas—Pegirian dan TOW—akan dioperasikan secara paralel.

Fajar juga memberikan peringatan halus kepada para jagal yang masih melakukan aksi mogok. Ia menyebut sudah banyak jagal dari luar daerah yang mengantre untuk masuk ke TOW, meski pihaknya tetap memprioritaskan jagal lama dari Pegirian.

“Harapan kami jangan sampai mogok berlarut-larut. Kalau mereka mogok, pelanggan akan mencari supplier baru, dan itu akan merugikan para jagal sendiri,” pungkasnya.

(Respatie)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.