Madiun, analisapublik.id – Produksi komoditas cengkih di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengalami fluktuasi dan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh dua faktor utama: serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Bakteri Pembuluh Kayu Cengkih (BPKC) dan anomali iklim yang mengganggu proses pembuahan.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertakan) Kabupaten Madiun, Imron Rasidi, mengungkapkan bahwa OPT BPKC menjadi ancaman serius yang sulit ditangani. “BPKC menyerang jaringan pembuluh kayu pada batang, menyebabkan gangguan penyaluran air dan nutrisi, sehingga pohon layu dan mati,” jelas Imron di Madiun, Senin.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem dan kelembapan tinggi, terutama di kawasan perbukitan Madiun selatan. Imron menegaskan, begitu terinfeksi, pohon cengkih biasanya tidak dapat diselamatkan. “Langkah terbaik adalah memotong dan membakar bagian yang terinfeksi agar tidak menular ke pohon lain,” ujarnya.
Data Produksi Cengkih Menurun
Data Dispertakan menunjukkan bahwa realisasi produksi cengkih di Madiun terus menurun dan tidak mencapai target:
Tahun 2023: Realisasi produksi 343,10 ton (86,15% dari target 398,28 ton).
Tahun 2022: Realisasi produksi 343,80 ton (88,05% dari target 390,47 ton).
Tahun 2021: Realisasi produksi 343,82 ton (89,81% dari target 382,81 ton).
Penurunan dari tahun 2022 ke 2023 tercatat sebesar 0,7 ton.
Saat ini, luas lahan tanam cengkih di Madiun mencapai 1.799 hektare. Dari jumlah tersebut, 200 hektare di antaranya telah terserang BPKC.
Upaya Penanggulangan dan Bantuan Bibit
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dispertakan Madiun terus berupaya melakukan pendataan lahan yang terdampak dan merencanakan pemberian bantuan bibit baru bagi petani yang tanamannya hilang.
Selain itu, dinas terkait rutin melakukan pengawasan keliling bersama Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Jombang untuk deteksi dini serangan OPT. Jika ditemukan kasus yang parah, Dispertakan juga berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Jawa Timur untuk penanganan lanjutan.
Cengkih merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Madiun, dengan sentra produksi di Kecamatan Kare, Dagangan, Wungu, dan Gemarang. ( wa/ar)





