NGAWI, ANALISAPUBLIK.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali terus memperkuat konektivitas jaringan jalan nasional melalui pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Mantingan–Ngawi yang dilaksanakan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data pelaksanaan pekerjaan, progres fisik kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) hingga minggu ke-37 telah mencapai 51,276 persen.
Pelaksanaan pekerjaan berada di bawah koordinasi Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Andhika Tommy Ardiansyah, S.T., M.Eng.Sc., dengan penanganan teknis melalui PPK 2.2 Provinsi Jawa Timur ruas Mantingan–Ngawi–Maospati–Madiun yang dipimpin Candra Hervin Subandriyo, S.T.
Lingkup preservasi antara lain mencakup rehabilitasi mayor pada Ruas Mantingan/Batas Provinsi Jawa Tengah–Batas Kota Ngawi sepanjang 7,091 kilometer.
Penanganan juga dilakukan pada Ruas Batas Kota Ngawi–Batas Kabupaten Magetan sepanjang 3,739 kilometer.
Rehabilitasi mayor tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kondisi struktural dan fungsional jalan nasional sehingga tingkat pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Penanganan ruas Mantingan–Ngawi dinilai strategis karena berada pada koridor penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pergerakan logistik, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas perekonomian antardaerah.
Kondisi jalan nasional yang mantap diharapkan dapat menunjang kelancaran arus kendaraan, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta meminimalkan potensi gangguan perjalanan akibat penurunan kondisi infrastruktur.
Preservasi secara berkelanjutan juga diperlukan untuk menjaga umur layanan jalan agar tetap sesuai dengan fungsi dan standar pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
Selain mendukung perjalanan antarkota dan antarprovinsi, keberadaan ruas Mantingan–Ngawi memiliki peran dalam menghubungkan kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, fasilitas pelayanan publik hingga simpul-simpul transportasi di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Dengan progres fisik MYC yang telah mencapai 51,276 persen hingga minggu ke-37, pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Mantingan–Ngawi terus dilanjutkan sesuai tahapan serta lingkup penanganan yang telah direncanakan.
Pelaksanaan melalui Satker PJN Wilayah II Provinsi Jawa Timur dan PPK 2.2 Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya BBPJN Jawa Timur-Bali dalam menjaga kemantapan jalan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur.
Preservasi koridor Mantingan–Ngawi pada akhirnya diharapkan tidak hanya menjaga kualitas fisik jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas Jawa Timur–Jawa Tengah, mendukung efisiensi distribusi logistik, serta menunjang pertumbuhan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






