infopol

Polda Jatim Libatkan Labfor Usut Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, 567 Pelajar dan Santri Terdampa

3693
×

Polda Jatim Libatkan Labfor Usut Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, 567 Pelajar dan Santri Terdampa

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo.

SIDOARJO, ANALISA PUBLIK – Kepolisian melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk mengusut penyebab dugaan keracunan massal yang berkaitan dengan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan Tim Labfor Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan guna mengetahui secara ilmiah penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan santri dan pelajar setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

“Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” kata Jules, Kamis (3/9/2026).

Hingga kini, pengujian terhadap sampel masih berlangsung. Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai kandungan maupun faktor yang menyebabkan ratusan pelajar dan santri mengalami keluhan kesehatan.

Menurut Jules, hasil pemeriksaan Labfor akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kejadian berdasarkan bukti dan pendekatan ilmiah.

Sementara proses pemeriksaan laboratorium berjalan, penanganan perkara tetap dilakukan oleh Polresta Sidoarjo.

“Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kejadian tersebut. Terkait hasilnya, tentu kita menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo,” ujarnya.

567 Pelajar dan Santri Terdampak

Peristiwa dugaan keracunan menjadi perhatian setelah sejumlah santri dan pelajar di wilayah Tanggulangin mengalami gangguan kesehatan seusai menyantap menu MBG yang didistribusikan ke sekolah dan pondok pesantren pada Selasa (1/9/2026).

Para korban dilaporkan mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 567 santri dan pelajar dari 19 lembaga pendidikan di Kecamatan Tanggulangin tercatat terdampak.

Salah satu lembaga pendidikan yang terdampak yakni Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Jalan Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Kepolisian saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal tersebut.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi penyidik dalam menentukan langkah penanganan perkara berdasarkan hasil penyelidikan serta fakta yang ditemukan di lapangan.

Reporter: Bhayu Indarto
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.