Surabaya , Analisapublik.id – Unit Pengelola Darah (UPD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro memastikan ketersediaan stok darah berada dalam kondisi aman. Per 24 Oktober 2025, tercatat ada 660 kantong darah yang siap didistribusikan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Meskipun stok aman, PMI menyoroti tantangan untuk memperluas partisipasi donor hingga ke tingkat desa.
Ketua UPD PMI Bojonegoro, Imam Sutrisno, menegaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan kini dapat memantau ketersediaan darah secara real-time melalui situs resmi PMI. “Hingga saat ini, tidak ada satu pun golongan darah yang berada dalam kondisi kritis,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025).
PMI Bojonegoro telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi penurunan stok mendadak, yakni dengan melakukan pemanggilan pendonor aktif dan menggelar kegiatan donor darah di lapangan. Jadwal kegiatan tersebut diperbarui setiap hari melalui kanal resmi mereka.
Imam menjelaskan, tren permintaan darah di Bojonegoro berfluktuasi dengan rata-rata kebutuhan mencapai sekitar 2.000 kantong per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan masif ini, PMI rutin mengadakan sekitar 60 kegiatan donor darah setiap bulan, menjangkau hingga ke tingkat desa.
“Partisipasi masyarakat terhadap kegiatan donor darah terus meningkat. Setiap bulan kami mencatat tambahan 100 hingga 200 pendonor baru,” ungkap Imam, menunjukkan optimisme terhadap kesadaran sosial warga.
Namun, PMI tetap menerapkan sejumlah persyaratan ketat bagi calon pendonor untuk menjamin keamanan darah bagi penerima. Syarat-syarat tersebut meliputi usia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kilogram, kondisi tubuh sehat, kadar hemoglobin dalam batas standar, serta tekanan darah normal dan tidak sedang mengonsumsi obat.
Tantangan utama yang dihadapi PMI adalah upaya untuk menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin di tingkat desa. Imam berharap ada inisiatif kuat dari organisasi lokal, seperti karang taruna atau organisasi desa lainnya, untuk menggelar kegiatan donor darah secara berkala.
“Kami berharap desa-desa dapat berinisiatif melalui karang taruna atau organisasi lainnya untuk menggelar kegiatan donor darah secara berkala,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, PMI memberikan penghargaan berdasarkan jumlah donasi yang telah dilakukan: tingkat kabupaten (10 dan 25 kali), tingkat provinsi (50 dan 75 kali), hingga penghargaan dari Presiden bagi pendonor yang mencapai 100 kali donasi.
Imam menutup dengan ajakan agar masyarakat rutin mendonorkan darah. Selain menolong sesama, donor darah memiliki manfaat kesehatan karena kondisi tubuh pendonor dapat terpantau secara berkala. Ia juga menyebut Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut berperan penting melalui penyelenggaraan kegiatan donor darah di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bantuan sarana kesehatan untuk menjaga kualitas darah.
(Res)





