SURABAYA, analisapublik.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan mematok target kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,6 miliar untuk tahun anggaran 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di angka Rp3 miliar.
Direktur Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta, Za’ari, menyatakan optimisme tinggi dalam mengejar target tersebut. Menurutnya, meskipun terdapat kenaikan beban target, sejumlah strategi penguatan internal telah disiapkan untuk memastikan angka tersebut tercapai.
“Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai meski nominalnya dinaikkan,” ujar Za’ari melalui keterangan tertulis Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Selasa, 27 Januari 2026.
Za’ari menjelaskan bahwa kunci utama dalam mendongkrak setoran PAD terletak pada kemampuan perusahaan dalam menekan Non-Revenue Water (NRW) atau tingkat kehilangan air. Kebocoran pipa selama ini menjadi tantangan klasik yang memicu pembengkakan biaya operasional sekaligus menggerus potensi pendapatan.
Selain pembenahan teknis di lapangan, manajemen juga melakukan pengetatan dari sisi manajerial melalui kebijakan efisiensi anggaran.
“Kegiatan yang dinilai kurang bermanfaat dan boros kami pangkas untuk menekan pengeluaran yang tidak perlu,” tegas Za’ari.
Sisi pendapatan juga diharapkan terdongkrak melalui ekspansi jumlah pelanggan. Peningkatan kualitas layanan dan kecepatan respons terhadap keluhan pelanggan diklaim menjadi faktor kunci meningkatnya kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah ini.
Berdasarkan data terbaru, saat ini Perumda Giri Nawa Tirta telah mengelola:
-
44.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan.
-
Kemitraan Industri: Kerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta yang meningkatkan volume konsumsi air secara signifikan.
“Dari sisi pelayanan, setiap ada keluhan kami selalu responsif dan cepat menyelesaikannya di lapangan. Kepercayaan masyarakat inilah yang menjadi modal utama kami,” pungkasnya.
(Res)





