KULON PROGO – analisapublik.id | Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta terus mempercepat pembangunan ulang Jembatan Nglinggan atau Jembatan Trisik di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek tersebut menjadi bagian dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026 guna mendukung konektivitas wilayah sekaligus memperkuat akses ekonomi dan pertanian masyarakat pesisir selatan.
Pembangunan ulang jembatan dilakukan setelah struktur lama mengalami kerusakan parah sejak Februari 2024. Kerusakan tersebut berdampak terhadap mobilitas warga serta akses distribusi hasil pertanian dan aktivitas menuju kawasan Pantai Trisik.
BBPJN Jawa Tengah–DIY menyebutkan bahwa progres pekerjaan konstruksi saat ini telah mencapai 48,3 persen. Proyek tersebut ditargetkan mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Secara strategis, keberadaan Jembatan Nglinggan memiliki peran penting sebagai penghubung antarwilayah di kawasan selatan Kulon Progo. Selain menunjang aktivitas harian masyarakat, jembatan ini juga menjadi jalur pendukung distribusi hasil pertanian dan akses menuju kawasan wisata Pantai Trisik.
Selama proses pembangunan berlangsung, akses pada jembatan lama ditutup total guna menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi. Pemerintah meminta dukungan masyarakat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, jembatan baru tersebut juga diproyeksikan menjadi ikon baru kawasan selatan Kulon Progo dengan desain yang lebih representatif dan modern.
Pembangunan Jembatan Nglinggan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur daerah melalui program Inpres Jalan Daerah, khususnya untuk memperkuat konektivitas kawasan produktif dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Tengah – DIY






