EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Pemkab Banyuwangi Perkuat Ruang Kreativitas Pemuda untuk Tumbuhkan Cinta Budaya Daerah

277
×

Pemkab Banyuwangi Perkuat Ruang Kreativitas Pemuda untuk Tumbuhkan Cinta Budaya Daerah

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, analisapublik.id Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus berupaya membuka ruang kreativitas dan partisipasi yang lebih luas bagi para pemuda di daerah tersebut.

​Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa pemerintah daerah (Pemda) juga secara konsisten mendorong tumbuhnya ekosistem yang mendukung pengembangan talenta muda.

Dukungan ini diwujudkan melalui program pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan di tingkat desa.

​”Ini adalah bagian dari upaya untuk meneguhkan kembali semangat cinta tanah air anak-anak muda. Kami tahu saat ini banyak anak muda yang lebih menyukai budaya luar. Dengan negara hadir memberikan ruang kreasi, harapannya mereka akan kembali mencintai budaya daerahnya,” ujar Bupati Ipuk saat menjadi Pembina Upacara Hari Sumpah Pemuda 2025 di halaman Pemkab Banyuwangi, Selasa.

​Menurut Ipuk, Banyuwangi telah menyelenggarakan berbagai program untuk mewadahi kreativitas pemuda, seperti

​Festival Musik Pelajar: Memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka di bidang musik.
​Festival Sastra: Program yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi siswa.

​Festival Gandrung Sewu: Melibatkan ribuan penari muda dalam pergelaran seni budaya.

​Selain itu, lanjut Ipuk, Banyuwangi juga rutin menggelar program inkubasi bisnis “Jagoan Banyuwangi” yang mendorong lahirnya wirausahawan muda di bidang pertanian (Jagoan Tani), digital (Jagoan Digital), dan bisnis lainnya (Jagoan Bisnis).

​”Setiap tahun, sedikitnya ada 100 anak muda daerah yang telah memiliki rintisan usaha didorong untuk mengembangkan usahanya melalui program tersebut. Mereka juga diberikan stimulus modal usaha senilai ratusan juta rupiah,” katanya.

​Ipuk menambahkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu” menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para pemuda dalam meraih kemerdekaan.

​”Lewat peringatan ini, sejarah tentang bagaimana para pemuda ingin menyatukan Indonesia bisa kita jadikan teladan dalam konteks kekinian,” tutupnya.

​Upacara Hari Sumpah Pemuda tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan ASN, yang terlihat mengenakan pakaian adat Suku Osing Banyuwangi. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.