Surabaya, analisapublik.id – PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Bantuan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan darurat pengungsi, sekaligus memastikan logistik tetap tersedia di lokasi bencana.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Analisapublik.id pada Jumat (21/11/2025), logistik yang diserahkan meliputi kebutuhan mendesak seperti diapers, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, masker, serta pendirian dapur darurat di sekitar lokasi pengungsian.
Bantuan disalurkan secara berkala di tiga titik di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang merupakan wilayah terdampak langsung oleh material erupsi. Selain menyalurkan logistik, tim PLN juga turut membantu proses evakuasi warga yang berada di zona merah bahaya.
Jaringan Listrik Tumbang dan Terendam Lahar
Dari sisi infrastruktur kelistrikan, PLN terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang untuk memetakan kerusakan dan memastikan keamanan jaringan.
Hingga Jumat pagi, PLN mencatat setidaknya 10 tiang listrik patah atau hilang. Selain itu, satu gardu distribusi berkapasitas 100 kVA yang menyuplai sekitar 100 pelanggan dilaporkan terendam material lahar. Diketahui, seluruh warga di wilayah yang terdampak langsung jaringan listrik tersebut telah dievakuasi ke tempat yang aman. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan pengecekan aset dan pemetaan kondisi jaringan di area terdampak.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan stakeholder setempat untuk memastikan kondisi aman dan siap melaksanakan pemulihan jaringan. Kami juga akan menyalurkan bantuan tambahan dari YBM PLN dan PLN Peduli. Semoga dapat meringankan beban warga terdampak,” ujar Mustaqir.
PLN berkomitmen untuk memulihkan infrastruktur kelistrikan segera setelah kondisi di lapangan dinyatakan aman oleh pihak berwenang, demi mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
(Res)











