Gaya HidupHeadline

Modernisasi Pertanian Gresik Dengan Traktor Roda Empat Perkuat Ekonomi Desa

164
×

Modernisasi Pertanian Gresik Dengan Traktor Roda Empat Perkuat Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

GRESIK, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Gresik tancap gas di awal tahun 2026. Fokusnya jelas: memperkuat otot sektor pertanian melalui digitalisasi mekanisasi. Langkah ini ditandai dengan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat kepada kelompok tani di wilayah pedesaan.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, turun langsung menyerahkan masing-masing satu unit traktor roda empat kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, dan Gapoktan Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Selasa (6/1/2026).

Penyerahan dilakukan secara maraton. Dimulai pagi hari di Benjeng, kemudian berlanjut siang hari di Balai Desa Sumput, Driyorejo.

Amanah dari Pusat untuk Ketahanan Lokal

Alif menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari enam unit traktor yang diterima Kabupaten Gresik dari Kementerian Pertanian RI. Ia menegaskan, pengadaan ini adalah instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto guna memastikan kedaulatan pangan dimulai dari level akar rumput.

“Bantuan ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Kami berharap traktor dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Alif di hadapan para petani.

Bagi Pemkab Gresik, traktor ini bukan sekadar alat pembajak sawah. Alif menilai pertanian adalah variabel kunci yang menopang program strategis nasional lainnya, mulai dari Koperasi Desa Merah Putih hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pertanian adalah mata rantai penting. Hasilnya nanti dikelola melalui koperasi desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Inilah cara kita memperkuat ekonomi desa dari hulu hingga hilir,” imbuhnya.

Di tingkat tapak, bantuan ini disambut dengan ekspektasi tinggi. Kepala Desa Sumput, Sutaji, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang konsisten melihat potensi pertanian di wilayahnya.

Senada dengan Sutaji, Ketua Gapoktan Desa Sumput, Ilyas, melihat kehadiran traktor roda empat ini sebagai solusi untuk mengonversi lahan tidur menjadi lahan produktif. “Ini akan kami gunakan untuk mengolah padi, jagung, dan komoditas lainnya agar pertanian kami lebih maju,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Gapoktan Desa Munggugianti, Rateno, mengungkapkan optimisme serupa. Mengingat 80 persen warga desanya adalah petani, mekanisasi dianggap sebagai kunci setelah tahun lalu mereka berhasil mencatatkan surplus produksi sebesar 30 persen.

“Tahun lalu kami bisa panen hingga tiga kali. Dengan adanya traktor ini, kendala teknis di lapangan diharapkan bisa teratasi,” ungkap Rateno.

Stabilitaskan Harga dan Pupuk

Selain urusan alat, Alif juga memastikan bahwa pemerintah pusat tengah berupaya menjaga stabilitas harga gabah serta menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani. Ia mengajak para petani untuk merapatkan barisan dalam wadah Koperasi Desa Merah Putih guna memperkuat posisi tawar ekonomi mereka.

Agenda penyerahan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Kabupaten Gresik, Dinas Pertanian, jajaran Forkopimcam, serta pengurus koperasi setempat. Sinergi antara pusat dan daerah ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi kesejahteraan petani Gresik di masa depan.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.