EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Menteri PPPA Arifatul Dengarkan Aspirasi Perempuan Suku Tengger di Probolinggo

315
×

Menteri PPPA Arifatul Dengarkan Aspirasi Perempuan Suku Tengger di Probolinggo

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, analisapublik.id Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan perempuan Suku Tengger di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

​Menteri Arifatul menyatakan kunjungannya bertujuan untuk mendengarkan langsung suara perempuan di kawasan adat Tengger, sebagai bagian dari pendekatan pemberdayaan yang tidak bisa dilakukan secara top-down.

​”Pemerintah harus datang, mendengar, dan memahami realitas hidup perempuan di wilayah terpencil maupun adat,” kata Menteri Arifatul, mengapresiasi keberanian ibu-ibu Tengger dalam menyampaikan persoalan domestik, sosial, dan ekonomi.

​Dialog yang bertajuk “Peningkatan Sumber Daya Ibu dan Anak Masyarakat Tengger” ini berlangsung akrab, memberi ruang bagi perempuan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Curahan hati yang muncul meliputi kebutuhan peningkatan pendidikan anak, akses pelatihan usaha, dan peran yang lebih besar dalam kegiatan desa.

​Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, yang turut hadir, bertindak sebagai penghubung utama. Ia menekankan perlunya wadah komunikasi yang bebas formalitas bagi perempuan Tengger agar dapat mengemukakan kepentingannya secara jujur.

​“Keterlibatan perempuan sejak tahap perencanaan merupakan kunci terciptanya program yang tepat sasaran,” ujar Wabup Fahmi.

​Selain itu, Wabup Fahmi juga mendorong pengembangan ekonomi perempuan melalui program bela-beli, membuka peluang bagi UMKM lokal yang dikelola perempuan Tengger agar produknya diserap oleh institusi pemerintah.

​”Pemerintah daerah menargetkan mencetak seribu pengusaha perempuan baru. Tengger memiliki potensi kuat untuk berkontribusi karena karakter masyarakatnya yang mandiri dan produktif,” tambahnya.

​Kegiatan ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat peran perempuan Suku Tengger, dengan kehadiran Menteri PPPA memberikan legitimasi bagi upaya pemberdayaan di wilayah adat tersebut. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.