Pemerintahan

Madiun Wajibkan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

429
×

Madiun Wajibkan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Sebarkan artikel ini

Madiun, analisapublik.id – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, bergerak cepat memastikan standar kebersihan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut kini diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai standar keamanan dan kebersihan dapur sehat.

Wali Kota Madiun, Maidi, menyambut baik kebijakan dari pusat yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 ini. Menurutnya, SLHS adalah jaminan penting agar program MBG di setiap daerah dapat berjalan optimal dan tujuan pemenuhan gizi bagi sasaran terwujud.

“Terkait SLHS, Dinkes Kota Madiun sudah turun. Semuanya dicek. Semuanya harus dipastikan keamanannya,” ujar Wali Kota Maidi di Madiun, Selasa.

 

Jaminan Keamanan Makanan Bukan Sekadar Formalitas

 

Maidi menegaskan bahwa penerbitan SLHS bukan hanya formalitas administrasi, melainkan bentuk kepastian dan jaminan keamanan makanan program MBG. Ia pun meminta Dinas Kesehatan Kota Madiun untuk benar-benar memeriksa dapur dan makanan di setiap SPPG agar memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Memasak itu bukan hanya menyiapkan makanan matang, tapi juga memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungannya,” katanya.

Saat ini, belum ada SPPG di Kota Madiun yang mengantongi SLHS. Oleh karena itu, Wali Kota meminta pengelola dapur MBG segera menyiapkan berkas dan memenuhi standar yang dipersyaratkan agar Dinas Kesehatan dapat melakukan verifikasi lapangan.

“Kami dorong semua dapur sehat MBG segera melengkapi dokumen dan memenuhi standar yang dipersyaratkan,” tegasnya, menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat, bukan mempersulit pengelola.

Rencana dan Monitoring SPPG di Madiun

Untuk memastikan program berjalan baik, Wali Kota Maidi mengaku akan rutin melakukan monitoring SPPG. Ia ingin memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Saat ini, tercatat tujuh SPPG telah beroperasi di Kota Madiun. Secara total, akan ada 16 SPPG yang melayani sekitar 51.000 anak. Rencananya, sembilan SPPG lainnya sedang disiapkan dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober ini.

“Target sembilan SPPG lagi bulan ini selesai. Titik lokasi sudah disiapkan,” pungkasnya.( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.