EDITORIALHeadline

LPKAN Jatim Soroti Surplus Hewan Kurban 2026, Validasi SKKH dan Tekanan Rupiah Dinilai Krusial Lindungi Peternak Rakyat

2362
×

LPKAN Jatim Soroti Surplus Hewan Kurban 2026, Validasi SKKH dan Tekanan Rupiah Dinilai Krusial Lindungi Peternak Rakyat

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Menjelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dilaporkan berada dalam kondisi surplus. Namun di tengah kecukupan pasokan tersebut, Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Jawa Timur mengingatkan bahwa kesiapan administrasi kesehatan ternak serta tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah tetap menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas sektor peternakan rakyat.

Ketua LPKAN Jawa Timur menyampaikan, proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini secara umum dapat dipenuhi oleh peternak lokal maupun sentra ternak di berbagai kabupaten di wilayah Jawa Timur. Kondisi ini dinilai menjadi indikator positif terhadap pemulihan dan ketahanan sektor peternakan nasional pascapeningkatan pengawasan penyakit hewan beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, LPKAN menegaskan bahwa surplus populasi ternak tidak otomatis menjamin kelancaran distribusi maupun perlindungan ekonomi bagi peternak apabila proses penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) tidak berjalan optimal.

Menurut hasil pemantauan lembaga tersebut, dokumen SKKH menjadi instrumen utama dalam pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah, sekaligus memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, layak, dan bebas dari potensi penyebaran penyakit.

LPKAN menilai proses verifikasi kesehatan ternak harus dilakukan secara cepat, akurat, dan terintegrasi oleh dinas terkait agar distribusi hewan kurban tidak mengalami hambatan pada masa puncak permintaan menjelang Iduladha.

Selain faktor kesehatan hewan, lembaga pengawas tersebut juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memberi tekanan pada biaya produksi peternakan.

Kenaikan harga pakan berbahan baku impor, obat-obatan veteriner, vitamin ternak, hingga biaya logistik disebut dapat menggerus margin keuntungan peternak rakyat apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan stabilisasi pasar.

LPKAN mendorong pemerintah daerah, dinas peternakan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan distribusi ternak, memastikan ketersediaan SKKH, serta menjaga rantai pasok agar peternak lokal tetap terlindungi dari gejolak ekonomi global.

Menurut lembaga tersebut, momentum Iduladha bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan ibadah masyarakat, tetapi juga menjadi indikator penting terhadap keberhasilan tata kelola sektor peternakan nasional, khususnya dalam melindungi usaha peternak rakyat di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.