EDITORIALHeadline

Konsultasi Publik Penggantian Jembatan Kulak, Pelebaran Disepakati Demi Tekan Risiko Kecelakaan di Probolinggo

2315
×

Konsultasi Publik Penggantian Jembatan Kulak, Pelebaran Disepakati Demi Tekan Risiko Kecelakaan di Probolinggo

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO  , analisapublik.id | Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui akun resmi @binamargajatim melaksanakan kegiatan konsultasi publik terkait rencana penggantian Jembatan Kulak pada ruas strategis Tongas–Lumbang–Sukapura (Link 35.062), Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam memastikan proyek infrastruktur berjalan partisipatif dan tepat sasaran.

Konsultasi publik tersebut digelar pada Kamis (16/4/2026) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, unsur kepolisian, TNI, hingga masyarakat setempat. Forum ini difokuskan pada pembahasan kondisi eksisting jembatan serta langkah teknis yang akan diambil dalam proses pembangunan.

Berdasarkan hasil pembahasan, disepakati bahwa Jembatan Kulak akan dilakukan pelebaran hingga rata-rata mencapai ±10 meter. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi jembatan sebelumnya yang dinilai sempit dan kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Kepala desa setempat dalam forum tersebut menyampaikan bahwa kondisi jembatan saat ini sering menjadi faktor penyebab kecelakaan. Ia berharap proyek pelebaran dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan selama proses pembangunan berlangsung.

Sementara itu, pihak kepolisian menekankan pentingnya aspek manajemen lalu lintas selama masa konstruksi. Kapolres Probolinggo mendorong agar pembangunan jembatan darurat dapat diprioritaskan guna menjaga kelancaran arus kendaraan. Selain itu, pemasangan rambu dan papan informasi dinilai krusial untuk memberikan kepastian jalur yang dapat dilalui masyarakat.

Dari sisi teknis pelaksanaan, Dinas PU Bina Marga Jawa Timur menargetkan pekerjaan konstruksi dimulai paling lambat pada 1 Mei 2026. Proyek ini akan disertai dengan sosialisasi intensif kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial, untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama proses pembangunan berlangsung.

Selama masa pekerjaan, skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan dengan menyediakan jalur alternatif guna memastikan mobilitas warga tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting mengingat ruas Tongas–Lumbang–Sukapura merupakan jalur penghubung antarwilayah yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui pembangunan ini, pemerintah berharap tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, konektivitas wilayah juga diharapkan semakin optimal, sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.

Sumber: Binamarga Jatim
Reporter: Rijen Senario
Editor: Kiki Juanda, SE

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.