SURABAYA | analisapublik.id | Musibah kebakaran menimpa KM Mutiara Sentosa II yang tengah berlayar pada rute Surabaya–Makassar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, KPLP, serta sejumlah unsur SAR gabungan.
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (4/8/2026), sebanyak lima penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, ratusan penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan kapal penyelamat, kapal patroli, hingga dukungan udara untuk mempercepat pencarian di sekitar lokasi kejadian. Korban selamat kemudian dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta pendataan.
Penyebab kebakaran hingga kini masih menjadi fokus penyelidikan. Tim investigasi akan memeriksa kondisi teknis kapal, termasuk ruang mesin, sistem kelistrikan, dan berbagai faktor lain yang diduga berkaitan dengan munculnya api di atas kapal.
Lima korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi adalah Muhammad Yusuf asal Kabupaten Pangkep, Nurhayati asal Kabupaten Maros, Sitti Rahmawati asal Kota Makassar, Rino Eka Putra asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, serta Yedi Hendrawan asal Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan proses evakuasi dan pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Selain itu, investigasi menyeluruh juga akan dilaksanakan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Data Sementara
Korban meninggal dunia: 5 orang
Korban berhasil dievakuasi: 238 orang
Korban masih dalam pencarian: 28 orang
Lokasi kejadian: Perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
Rute pelayaran: Surabaya–Makassar
Imbauan
Masyarakat diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dukungan serta doa bagi para korban dan keluarga diharapkan dapat membantu proses penanganan musibah ini.






