EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Khofifah Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru 2026 Lewat Pasar Murah

341
×

Khofifah Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru 2026 Lewat Pasar Murah

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui strategi intervensi pasar berupa pasar murah.

​”Intervensi pasar murah harus terus dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok stabil,” ujar Khofifah saat meninjau pasar murah yang digelar di Kantor Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

​Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini bukan dimaksudkan untuk berkompetisi dengan pasar tradisional, melainkan sebagai upaya efektif dalam pengendalian stabilisasi harga dan inflasi di Jawa Timur.

​Pada pasar murah di Beji, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya:

​Beras Premium: Rp14.000/kg

​Beras Medium: Rp11.000/kg

​Minyakita: Rp13.000/liter

​Gula Pasir: Rp14.000/kg

​Tepung Terigu: Rp10.000/kg

​Telur Ayam Ras: Rp22.000/pak

​Daging Ayam Ras: Rp30.000/pak

​Selain memastikan harga terjangkau, Khofifah juga turut mendorong penguatan ekonomi lokal dengan memborong produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) asal Pasuruan, mulai dari olahan makanan hingga kerajinan. Produk-produk yang dibeli ini kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat setempat.

​Kegiatan pasar murah ini juga diintegrasikan dengan program intervensi gizi sebagai bagian dari percepatan penanganan stunting. “Untuk anak-anak dan ibu hamil, harapannya ini bisa beriringan dengan pengendalian potensi stunting. Ini sudah sejak lama kita lakukan di setiap pasar murah,” tambah Khofifah.

​Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan, memastikan bahwa operasi pasar akan terus digelar secara berkala, terutama di wilayah yang terdeteksi mengalami tekanan harga. “Kami melakukan monitoring harian harga komoditas. Ketika ada gejolak, intervensi langsung kami turunkan sehingga beban kebutuhan masyarakat bisa lebih ringan,” kata Iwan.

​Sambutan positif datang dari warga, seperti Rokatin (68) dari Guyangan, Beji, yang mengaku senang menerima bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara gratis. “Alhamdulillah, senang sekali dapat beras gratis, terima kasih Bu Khofifah,” ungkapnya. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.