Nasional

Kemnaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

2391
×

Kemnaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, ANALISA PUBLIK — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi, keterampilan, dan penguasaan bahasa asing bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja maupun mengikuti program pemagangan di Jepang.

Menurut Afriansyah, Jepang menjadi salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia. Peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja serta kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” ujar Afriansyah saat menghadiri kegiatan Penguatan Sinergitas Pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Afriansyah memberikan pengarahan kepada peserta Program Magang Nasional atau MagangHub serta 84 peserta program pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan IM Japan.

Ia mengatakan, peserta pemagangan ke Jepang perlu dibekali pengetahuan, keterampilan teknis, kompetensi, serta kemampuan bahasa sebelum diberangkatkan.

Bekal tersebut diperlukan agar peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja sekaligus menjalani kehidupan sehari-hari selama berada di Jepang.

Afriansyah juga menyoroti Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan tingkat penempatan pekerja migran yang tinggi. Karena itu, penguatan pelatihan vokasi dinilai penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Selain kesiapan kompetensi, Wamenaker mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih jalur bekerja ke luar negeri. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran gaji tinggi dan memastikan seluruh proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan pemerintah Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 dan Non-Batch September 2026 resmi dibuka dengan total 238 peserta dalam 13 program pelatihan.

Sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program PVN Batch 4, yakni Peracikan Minuman Kopi, Pengolahan Ikan, dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut.

Sementara 190 peserta lainnya mengikuti 10 program Non-Batch yang mencakup bidang pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.

BPVP Banyuwangi juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis melalui program Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Banyuwangi oleh Wamenaker Afriansyah Noor.

Sumber: Biro Humas Kemnaker
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.