HeadlinePemerintahanPeristiwa

Kementerian ESDM Jamin Konflik AS-Venezuela Tak Ganggu Pasokan Minyak Domestik

×

Kementerian ESDM Jamin Konflik AS-Venezuela Tak Ganggu Pasokan Minyak Domestik

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketegangan geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela tidak akan menggoyang ketahanan stok minyak mentah maupun ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Penegasan tersebut menyusul eskalasi situasi di Caracas setelah militer AS melancarkan operasi penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa struktur impor minyak Indonesia tidak memiliki ketergantungan pada negara di Amerika Latin tersebut.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana, tapi dari wilayah lain. Jadi [pasokan] masih stabil,” ujar Laode dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Meski tidak ada dampak langsung terhadap distribusi energi nasional, Laode menyatakan pemerintah tetap pasang mata terhadap dinamika global. Analisis risiko terus dilakukan guna mengantisipasi efek domino dari ketegangan di kawasan tersebut terhadap harga minyak mentah dunia.

Nasib Aset Pertamina di Venezuela

Di tengah kemelut tersebut, perhatian juga tertuju pada aset PT Pertamina (Persero) di Venezuela. Sebagai informasi, Indonesia memiliki kepentingan operasional yang dikelola oleh Maurel & Prom (M&P). Saham mayoritas perusahaan tersebut dikuasai oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Menanggapi situasi keamanan di lokasi operasional, Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani memastikan hingga saat ini aktivitas bisnis masih berjalan normal.

“Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Dhaneswari melalui keterangan tertulis, Senin (5/1/2025).

Dhaneswari menambahkan, pihaknya kini melakukan pemantauan ketat selama 24 jam terhadap perkembangan politik di Caracas. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memastikan keselamatan seluruh staf di lapangan.

Dunia internasional sebelumnya dikejutkan oleh aksi militer Amerika Serikat yang merangsek masuk ke Venezuela pada akhir pekan lalu. Dalam operasi tersebut, AS menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Langkah ekstrem Washington ini diprediksi akan mengubah peta politik dan ekonomi global, mengingat Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia. Namun, bagi Indonesia, diversifikasi sumber impor minyak menjadi kunci terjaganya ketahanan energi nasional di tengah badai geopolitik ini. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.