analisapublik.id – Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengajak seluruh anggota paguyuban pencak silat di Kabupaten Tulungagung untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Ajakan ini disampaikan saat Kapolres bersama jajaran Polres Tulungagung menghadiri pertemuan rutin paguyuban pencak silat di Arloji Cafe, Boyolangu, Kamis (27/03/2025) malam.
Kapolres menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, termasuk paguyuban pencak silat, dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Ia mengapresiasi peran strategis paguyuban pencak silat dalam menjaga kamtibmas, khususnya menjelang momen-momen penting seperti Lebaran.
“Pertemuan rutin ini penting untuk meningkatkan silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi. Harapannya, semangat kebersamaan ini dapat terus menjaga Tulungagung tetap aman,” ujar AKBP Taat.
Lebih lanjut, Kapolres meminta para ketua perguruan dan sesepuh pencak silat untuk menggerakkan dan mengendalikan anggotanya agar tidak terprovokasi dan terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu ketertiban. Ia juga mengingatkan seluruh anggota perguruan untuk menghormati dan menaati aturan yang telah disepakati bersama.
“Kewajiban seluruh warga perguruan adalah menghormati dan menaati aturan yang sudah disepakati,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Perguruan Pencak Silat Kabupaten Tulungagung atau Kesepakatan Bersama Antar Perguruan Pencak Silat. Pakta integritas ini berisi lima poin utama, antara lain:
- Seluruh perguruan pencak silat bersedia dan wajib menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjelang Idul Fitri 1446 H.
- Seluruh perguruan pencak silat memerintahkan anggotanya untuk tidak melaksanakan takbir keliling atau konvoi yang dapat mengganggu kamtibmas.
- Seluruh perguruan pencak silat bersedia dan wajib menjaga hubungan baik dan saling menghormati antar anggota perguruan.
- Kegiatan perguruan pencak silat terkait perayaan Idul Fitri 1446 H wajib dilaksanakan pada siang hari dan memberitahukan kegiatan tersebut secara tertulis kepada kepolisian.
- Apabila terjadi gesekan antar oknum anggota perguruan, ketua/sesepuh wajib membantu mengenali anggotanya yang terlibat dan menyelesaikan masalah secara profesional.
Kapolres berharap, dengan adanya pakta integritas ini, potensi konflik antar perguruan pencak silat dapat diminimalisir. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas perubahan positif yang dirasakan selama delapan bulan bertugas di Tulungagung, di mana konflik antar perguruan cenderung menurun.
“Harapan kita tentu potensi konflik ini kita minimalkan. Alhamdulillah, selama 8 bulan saya dinas di sini, konflik menurun daripada akhir 2024 dahulu. Secara umum, saya merasakan ini ada perubahan,” pungkas AKBP Taat. (Endy S)











