EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Jejak Mineral Banyuwangi Dikaji Geolog Indonesia dan Australia di Geopark Ijen

255
×

Jejak Mineral Banyuwangi Dikaji Geolog Indonesia dan Australia di Geopark Ijen

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi,analisapublik.id -​Sejumlah geolog dari Indonesia dan Australia melakukan kunjungan dan studi ke kawasan Geopark Ijen, termasuk Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mempelajari jejak mineral.

​Kunjungan ini merupakan bagian dari pertemuan rutin Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), sebuah organisasi nirlaba di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang beranggotakan para geologiwan dan ahli geologi ekonomi di industri pertambangan.

​”Kami mempelajari bagaimana sistemnya terbentuk agar bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain, tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar Indonesia,” kata perwakilan MGEI, Arif Hermawan, di Banyuwangi, Senin (1/12/2025).

​Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki potensi mineral yang kuat. Para geolog ingin mengkaji proses pembentukan mineralisasi dan keserupaannya dengan kondisi geologi di Gunung Ijen.

​Pulau Merah dan Ijen: Jejak Geologi yang Saling Berkaitan

​Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa Banyuwangi memiliki kekayaan geologi unik. Menurutnya, Pulau Merah dan Gunung Ijen merupakan dua jejak geologi yang saling berkaitan.

​”Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah,” kata Abdillah.

​Melalui Pulau Merah, para geolog dapat mempelajari proses terbentuknya emas dan tembaga tanpa harus masuk jauh ke struktur dalam Gunung Ijen. Hal ini karena batuan di Kawah Ijen memiliki karakter yang mirip dengan Pulau Merah, yang berwarna kemerahan akibat proses oksidasi.

​Geopark Ijen Jadi Model Pengembangan Pariwisata

​Selain riset geologi, kunjungan ini juga menyoroti aspek pengembangan kebijakan geopark.

​Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Arzyana Sunkar, yang turut dalam rombongan, menilai bahwa perkembangan Geopark Ijen dan pariwisata Banyuwangi dapat menjadi contoh di tingkat nasional dan dunia.

​Menurutnya, keberadaan Geopark Ijen telah memberikan manfaat luas bagi ekosistem sekitarnya. Berbagai praktik baik yang ia temui, termasuk keterlibatan masyarakat dan pengelolaan potensi alam, layak dijadikan model di daerah lainnya.

​Bahkan, Arzyana berencana memperkenalkan Banyuwangi dalam forum International Conference on Responsible Tourism and Hospitality di Malaysia pada Juli tahun depan. “Kami mengundang Ibu Bupati dalam forum ini agar Banyuwangi semakin luas dan yang penting memperluas jaringan,” tambahnya.

​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi wilayahnya menjadi ruang belajar bagi akademisi dan profesional.

​”Kekayaan geologi kami memang harus dimanfaatkan untuk riset dan edukasi bagi pengembangan Indonesia ke depan. Semoga pengalaman ini mendorong semakin banyak kolaborasi dan membawa manfaat bagi pengembangan Geopark Ijen,” kata Ipuk. ( wa/ar,)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.