SURABAYA, analisapublik.id – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya resmi menggulirkan program Safety Riding Goes To School sebagai bagian dari inisiatif besar “IMI Goes To School”. Langkah ini diambil untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas sekaligus menjaring bibit atlet balap motor sejak usia dini di lingkungan sekolah.
Program ini dirancang sebagai upaya terintegrasi untuk menekan angka kecelakaan di kalangan remaja sekaligus memberikan wadah bagi siswa yang memiliki minat pada dunia otomotif agar tidak terjebak dalam aktivitas balap liar.
Wakil Ketua II IMI Surabaya, Kevin Harlens, menegaskan bahwa pendekatan edukatif di level sekolah merupakan strategi krusial untuk membangun fondasi keselamatan berkendara yang berkelanjutan.
“Keselamatan adalah fondasi utama. Dengan edukasi sejak dini, kami berharap pelajar memahami risiko berkendara sekaligus memiliki pilihan jalur pembinaan yang benar jika tertarik pada dunia balap motor,” ujar Kevin di Surabaya, Jumat, 16 Januari 2026.
Memutus Rantai Balap Liar
Dalam pelaksanaannya, IMI Surabaya berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Pahlawan. Edukasi yang diberikan mencakup etika berlalu lintas, penggunaan alat pelindung diri (APD) standar, hingga pemahaman teknis mengenai perawatan kendaraan yang layak jalan.
Selain aspek keselamatan, IMI Surabaya turut memperkenalkan program “IMI Surabaya Open Call – Go To Racing School”. Program ini menjadi jalur resmi bagi para pelajar yang ingin serius terjun ke dunia balap profesional.
“Kami ingin memutus kebiasaan balap liar. Anak-anak yang punya minat dan bakat balap harus difasilitasi melalui sistem pembinaan yang profesional dan berkelanjutan,” tambah Kevin.
Berdasarkan jadwal yang disusun, program pembinaan atlet ini akan dipusatkan di Sirkuit Bung Tomo, Surabaya. Sesi latihan di lintasan dijadwalkan berlangsung mulai 4 Januari 2026 hingga 28 April 2027.
Tak hanya fokus pada keterampilan fisik dan teknis di sirkuit, para calon atlet juga akan dibekali penguatan kapasitas intelektual dan pengetahuan pendukung. Sesi pembekalan ini akan diselenggarakan di Kadin Institute Surabaya pada periode 1 April hingga 20 Desember 2026.
Melalui integrasi antara edukasi dan pembinaan ini, IMI Surabaya menargetkan lahirnya generasi baru otomotif yang tidak hanya cakap di lintasan balap, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berkendara di jalan raya. (Res)





