HeadlinePemerintahan

Hujan Berintensitas Tinggi Rendam Permukiman di Indramayu, Polisi Sewa Alat Berat Pakai Dana Pribadi

451
×

Hujan Berintensitas Tinggi Rendam Permukiman di Indramayu, Polisi Sewa Alat Berat Pakai Dana Pribadi

Sebarkan artikel ini

Indramayu – analisapublik.id | Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan permukiman warga pada Selasa (27/1/2026). Banjir terjadi sejak pagi hari dan hingga malam masih belum sepenuhnya surut di beberapa titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu melaporkan, genangan air meluas di wilayah perkotaan dan daerah penyangga akibat tingginya curah hujan yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase. Sedikitnya 12 desa dan kelurahan dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.

Wilayah yang terdata mengalami genangan meliputi Kelurahan Paoman, Kelurahan Bojongsari Baru, Kelurahan Karanganyar Timur, Desa Tambak Indramayu, Kelurahan Lemah Abang Kulon, Desa Plumbon, Kelurahan Kepandean Wetan, Desa Singajaya, Kelurahan Margamulya, Desa Pekandangan, Kelurahan Karangmalang Selatan, serta Desa Pabean Ilir.

Bripka Rusmanto, anggota Polres Indramayu, memantau kondisi di salah satu titik terdampak banjir pada Selasa malam (27/1/2026), sebagai bagian dari upaya penanganan genangan air di wilayah Indramayu, Jawa Barat.

BPBD mencatat tinggi muka air bervariasi, mulai dari sekitar 10 sentimeter hingga mendekati 1 meter di titik-titik dengan kondisi terparah. Akibatnya, lebih dari 2.700 rumah warga tergenang dengan tingkat gangguan yang berbeda-beda.

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada akses jalan lingkungan, fasilitas umum, dan sejumlah sarana pendidikan, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan mobilitas warga menjadi terbatas.

Di Desa Pekandangan, genangan air dilaporkan merendam sekitar 140 hektare lahan persawahan yang sebagian besar masih berada pada fase awal masa tanam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran petani terhadap potensi kerusakan tanaman apabila genangan berlangsung lama.

Seorang warga Kelurahan Paoman, Rudi Hartono, mengatakan banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hujan yang turun dalam durasi cukup panjang membuat air cepat meluap ke kawasan permukiman.

“Biasanya cepat surut, tapi sekarang air bertahan lama dan masuk ke rumah. Ini yang paling tinggi selama beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Sutrisno, mengungkapkan sebagian anggota keluarganya telah mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Ia memilih tetap tinggal untuk menjaga barang-barang berharga di rumahnya.

“Anak dan istri sudah mengungsi dulu. Saya di rumah buat jaga perabot dan kendaraan,” katanya.

Di tengah kondisi banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah, kepedulian datang dari aparat kepolisian. Bripka Rusmanto, anggota Polres Indramayu, berinisiatif menyewa alat berat menggunakan dana pribadi pada Selasa malam untuk membantu percepatan penanganan banjir.

Alat berat tersebut digunakan untuk melakukan pengerukan saluran air yang tersumbat eceng gondok, dengan titik pengerjaan dimulai dari wilayah Lemah Mekar hingga menuju Desa Tambak, jalur yang selama ini kerap menjadi hambatan aliran air saat hujan deras.

Aksi cepat tersebut dilakukan tanpa menunggu proses anggaran maupun instruksi panjang, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang terdampak banjir. Diharapkan, langkah ini dapat membantu mempercepat surutnya genangan air di wilayah terdampak.

Hingga Selasa malam, BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta kemungkinan genangan lanjutan.

Reporter : Adhitya Yudhi Yunanto
IT : Respati
Editor : Abdul Rasyid, S.Ag.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.