Malang, analisapublik.id Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi empat kali dalam sehari pada Rabu (24/9). Puncak erupsi terjadi pada malam hari dengan letusan setinggi 900 meter di atas puncak.
Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, erupsi terakhir terjadi pada pukul 21.40 WIB. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati mengarah ke barat laut. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 126 detik.
Secara keseluruhan, erupsi yang terjadi pada Rabu tercatat empat kali, yaitu:
Pukul 05.50 WIB: Letusan setinggi 400 meter.
Pukul 07.41 WIB: Letusan setinggi 400 meter.
Pukul 14.43 WIB: Letusan tidak teramati.
Pukul 21.40 WIB: Letusan setinggi 900 meter.
Meski terjadi peningkatan aktivitas, status Gunung Semeru masih berada di Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi sejumlah rekomendasi, yaitu:
Dilarang beraktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak.
Waspada lahar dan awan panas yang bisa meluas hingga 13 km dari puncak. Masyarakat juga dilarang beraktivitas 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Jangan beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah/puncak karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
Mewaspadai lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.( wa/ar)







