HeadlinePeristiwa

Gunung Semeru Empat Kali Erupsi, Letusan Capai 900 Meter pada Minggu Pagi

×

Gunung Semeru Empat Kali Erupsi, Letusan Capai 900 Meter pada Minggu Pagi

Sebarkan artikel ini

Lumajang, analisapublik.id- Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi sebanyak empat kali pada Minggu pagi, 3 Agustus. Tinggi letusan teramati hingga 900 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.11 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak, atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl). “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulisnya.

Erupsi kedua tercatat pada pukul 05.17 WIB, dengan kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke selatan.

Gunung Semeru kembali erupsi pukul 06.00 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu juga berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.

Baca Juga:  Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Rabu Pagi dengan Tinggi Letusan Capai 900 Meter

Erupsi keempat terjadi pukul 08.04 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl). Kolom abu pada erupsi ini terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik.

Status Gunung Semeru Tetap Waspada, Warga Diimbau Patuhi Rekomendasi PVMBG

Liswanto menjelaskan bahwa Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi penting kepada masyarakat:

Dilarang beraktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Baca Juga:  Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam Sehari dengan Tinggi Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter

Lebih lanjut, Liswanto mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.