Gaya HidupPeristiwa

FPK Jawa Timur Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Kebersamaan Antar Suku

536
×

FPK Jawa Timur Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Kebersamaan Antar Suku

Sebarkan artikel ini

Analisapublik.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur menggelar acara buka puasa bersama di Rumah Gadang Gayung, Kebonsari, Surabaya, pada Senin (3/3) pukul 17.51 WIB. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat persaudaraan antar suku yang tergabung dalam FPK Jatim.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah kepala suku dari berbagai daerah, antara lain Frans (Maluku), Muliyadi (Bengkulu), Nurdin (Bugis), R. Mohammad Ali dan Andre (Madura), Ketua Gebu Minang, Putu beserta istri (Bali), Bu Nilu (NTT), Zainal Abidin Balano (Tolaki, Sultra), Ramadhan (Muna, Sultra), Amirudin Pase (Aceh), Sahroni beserta istri (Betawi), serta Nanang beserta istri (Kediri, Jawa). Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman suku dan budaya di Jawa Timur.

Dalam suasana penuh kehangatan, para peserta berbincang santai sembari menunggu waktu berbuka. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati hidangan bersama, tetapi juga sebagai wadah mempererat komunikasi dan memperkuat kerja sama lintas budaya.

Ketua FPK Jatim dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya.

“Acara ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan antar suku yang hidup berdampingan di Jawa Timur. Dengan saling memahami dan menghormati, kita dapat terus menjaga persatuan serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Usai menikmati hidangan berbuka, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan untuk semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebhinekaan di Indonesia.

Buka puasa bersama ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan sebuah kekayaan yang harus dijaga dan diperkuat demi terciptanya keharmonisan bangsa. (HMWR)