SURABAYA, ANALISA PUBLIK – Pengguna Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Bangkalan perlu mengantisipasi perubahan pola lalu lintas mulai Kamis, 27 Agustus 2026. Penggantian modular expansion joint pada salah satu bagian jembatan utama akan mulai dikerjakan dan diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan.
Pekerjaan tersebut berada dalam penanganan PPK Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu 2, Benny Kurniawan, S.T., M.T., di bawah koordinasi Satuan Kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu.
Selama proses pekerjaan, arus kendaraan tidak ditutup total. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara bertahap dengan sistem buka-tutup lajur di sekitar titik penanganan.
Kepala Satuan Kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, Suparyanto, S.T., M.Sc., mengatakan penggantian expansion joint dilakukan pada bagian main bridge setelah bentang tengah, tepatnya di sisi jembatan menuju Bangkalan.
Tahap pertama pekerjaan dilakukan pada lajur lambat. Setelah bagian tersebut selesai ditangani dan kembali dapat digunakan, pekerjaan akan bergeser ke lajur cepat.
“Pengaturan arus kendaraan diperlukan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa menghentikan seluruh lalu lintas. Kami membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan,” kata Suparyanto.
Skema tersebut diterapkan agar konektivitas Surabaya-Madura tetap terjaga selama pekerjaan preservasi berlangsung.
Pengendara Diimbau Antisipasi Perlambatan
Adanya penyempitan dan pengaturan lajur berpotensi menyebabkan perlambatan arus kendaraan, terutama ketika volume lalu lintas meningkat.
Pengguna jalan karena itu diimbau mengatur waktu perjalanan, mengurangi kecepatan ketika memasuki area pekerjaan serta mengikuti rambu dan arahan petugas di lapangan.
Pekerjaan penggantian modular expansion joint tersebut secara khusus masuk dalam lingkup PPK Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu 2 yang dijabat Benny Kurniawan, S.T., M.T.
Dalam struktur Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu terdapat dua Pejabat Pembuat Komitmen. PPK Suramadu 1 dijabat Intan Yuanita, S.T., M.T., sementara PPK Suramadu 2 dijabat Benny Kurniawan, S.T., M.T.
Bukan Terkait Kasus Pencurian Komponen
Suparyanto juga menegaskan penggantian expansion joint tersebut tidak berkaitan dengan kasus pencurian komponen Jembatan Suramadu yang terjadi sebelumnya.
Menurut dia, komponen yang sebelumnya menjadi sasaran pencurian berada pada bagian bawah konstruksi jembatan. Sementara expansion joint yang diganti merupakan sambungan pada bagian permukaan jembatan.
Dengan demikian, pekerjaan yang dimulai 27 Agustus tersebut merupakan bagian tersendiri dari kegiatan preservasi untuk menjaga fungsi, kondisi dan keselamatan infrastruktur Jembatan Suramadu.
Masyarakat yang melintas selama masa pekerjaan diharapkan mematuhi seluruh pengaturan lalu lintas agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan






