Lamongan, analisapublik.id-Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencatat pencapaian gemilang dengan nilai ekspor mencapai Rp22 triliun sepanjang tahun 2025.
Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp21,8 triliun dan menunjukkan tren positif dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di angka Rp20 triliun.
Sektor perikanan, olahan hasil laut, serta industri baja dan aluminium menjadi motor utama penggerak ekspor di wilayah tersebut.
Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan bahwa lonjakan nilai ekspor ini bukan dipicu oleh penambahan jumlah pelaku usaha, melainkan murni karena meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk unggulan Lamongan.
Meskipun jumlah perusahaan eksportir dan jenis produk relatif stabil, volume permintaan dari mancanegara mengalami kenaikan signifikan yang secara otomatis mendongkrak nilai perdagangan luar daerah.
Saat ini, produk-produk asal Lamongan telah menjangkau pasar internasional dengan 10 mitra dagang utama, meliputi China, Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Filipina, Kanada, Malaysia, dan Singapura.
Sektor industri logam, khususnya baja lembaran dan aluminium, menjadi penyumbang kenaikan yang menonjol. Di sisi lain, komoditas perikanan dan olahan laut tetap mempertahankan kinerja yang stabil dengan basis pasar ekspor yang loyal.
Menanggapi dinamika politik dan ekonomi global, Anang menilai kondisi perdagangan internasional saat ini mulai menunjukkan stabilitas.
Pihaknya menyatakan optimisme bahwa kinerja ekspor Lamongan akan terus tumbuh secara berkelanjutan di masa depan.
Meski demikian, Diskoperindag berkomitmen untuk tetap waspada dan mencermati setiap perubahan regulasi perdagangan global guna memastikan produk lokal tetap kompetitif di pasar dunia.( ra/wan)





