HeadlinePemerintahan

DWP Surabaya Luncurkan Tas Khusus dan Toko UMKM Untuk Lawan Budaya Flexing

×

DWP Surabaya Luncurkan Tas Khusus dan Toko UMKM Untuk Lawan Budaya Flexing

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Ada pesan kuat di balik kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya, Selasa (16/12/2025). Bukan soal kemewahan, organisasi para istri ASN ini justru meluncurkan “tas anti-flexing” dan Toko DWP sebagai simbol perlawanan terhadap budaya pamer kekayaan.

Bertempat di Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan, peluncuran ini menandai babak baru DWP Surabaya dalam menjaga marwah institusi sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Salah satu sorotan utama adalah diperkenalkannya tas resmi berlogo Dharma Wanita. Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyati—atau yang akrab disapa Bunda Rini—menegaskan bahwa tas ini bukan sekadar aksesoris, melainkan pengingat agar para istri ASN tidak terjebak dalam perilaku flexing atau pamer barang bermerek.

“Sejak awal mendampingi Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), saya selalu menekankan agar para istri menjaga marwah suami dengan tidak menggunakan barang-barang bermerek saat acara dinas,” ujar Bunda Rini dalam sambutannya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya ini mengingatkan bahwa larangan penggunaan barang branded bersifat mutlak di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Namun, ia juga memuji kualitas produk lokal yang menurutnya tak kalah saing.

Baca Juga:  Hari Disabilitas Internasional 2025 , Pemkot Surabaya Gelar Ajang Kreasi hingga Salurkan Alat Bantu

“Tas lokal kita itu keren, tidak kalah bagus dengan yang harganya selangit. Kalau di luar agenda pemerintahan, silakan (flexing), itu hak Anda. Tapi di kantor, wajib hukumnya memakai produk sendiri,” tegasnya.

Ketua DWP Surabaya, Dameria Triana Ambuwaru, menambahkan bahwa tas tersebut diproduksi langsung oleh pelaku UMKM Surabaya. Selain kualitas bahan yang terjamin, tas ini dilepas ke anggota dengan harga yang sangat bersahabat.

Selain isu gaya hidup, DWP Surabaya juga meresmikan Toko DWP. Inovasi ini dirancang menjadi wadah promosi bagi produk kreatif hasil karya anggota dan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Surabaya.

Bunda Rini meyakini banyak ASN yang memiliki bakat terpendam di bidang kuliner maupun kerajinan tangan. “Mungkin ada yang pintar bikin kue atau masakan, tapi selama ini belum tergali. Inilah tugas Ketua DWP untuk memfasilitasi pemasaran produk mereka di toko ini,” jelasnya.

“Agar bisa dinikmati khalayak umum dan warga sekitar, harga harus bersaing. Kalau lebih murah dari pasar namun kualitas oke, pasti warga tertarik membeli. Ini gebrakan luar biasa,” imbuh Rini.

Baca Juga:  Surabaya Bergerak Cepat , Salurkan Bantuan Dana Ratusan Juta untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Peresmian ini menjadi titik balik bagi DWP Surabaya untuk lebih membumi. Lewat Toko DWP dan gerakan anti-pamer, organisasi ini berupaya memastikan kegiatannya memberikan dampak ekonomi langsung bagi anggota, ketimbang sekadar seremoni rutin tahunan.

“Saya berharap setiap kegiatan DWP ke depan adalah yang benar-benar bermanfaat nyata untuk anggotanya,” tutup Bunda Rini.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.